Seorang hajjah lanjut usia Kloter 20 Debarkasi Medan dipapah oleh petugas menuju bus Damri saat turun dari tangga pesawat Garuda Indonesia di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (5/7/2025). ANTARA/HO-PPIH Debarkasi Medan
Matamata.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa sebanyak 33,2 persen dari total petugas haji tahun 1447 H/2026 M adalah perempuan. Peningkatan rasio ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, terutama dalam memberikan pelayanan yang lebih personal dan sesuai syariat.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa angka tersebut telah melampaui target awal kementerian yang sebelumnya mematok kuota petugas perempuan sebesar 30 persen.
"Ini memang kebijakan Pak Menteri. Kita ingin memberikan afirmasi terhadap perempuan karena sebagian besar jemaah haji Indonesia adalah perempuan," ujar Dahnil usai memimpin apel pagi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Dahnil menjelaskan, kehadiran petugas perempuan sangat krusial dalam menangani urusan yang bersifat privat, seperti konsultasi kesehatan kewanitaan dan bimbingan ibadah. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, jemaah perempuan sering kali merasa canggung jika harus berkonsultasi dengan petugas laki-laki.
"Mereka akan lebih nyaman berkomunikasi dengan sesama perempuan. Pendekatannya bisa lebih personal dan emosional, sehingga keluhan jemaah bisa tertangani dengan lebih cepat dan tepat," jelasnya.
Selain faktor komunikasi, aspek empati menjadi alasan utama di balik kebijakan ini. Petugas perempuan dinilai mampu memberikan nuansa keibuan dan kepedulian spesifik yang sangat dibutuhkan oleh jemaah lansia wanita yang sedang jauh dari keluarga.
Kemenhaj memastikan akan terus mengevaluasi rasio ini agar tetap proporsional dengan komposisi jemaah di masa mendatang. Dahnil berharap kebijakan ini juga memberikan rasa tenang bagi keluarga di tanah air.
"Dengan mengetahui bahwa ibu atau nenek mereka dilayani oleh petugas perempuan yang memiliki empati tinggi, keluarga di Indonesia akan merasa lebih aman dan nyaman melepas kerabatnya menunaikan rukun Islam kelima," pungkas Dahnil. (Antara)