Gandeng BRIN, Bulog Terapkan Teknologi Baru Cegah Beras Berkutu di Gudang

Perum Bulog resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi terbaru dalam pemeliharaan stok beras. Langkah ini diambil guna mencegah serangan kutu, menjaga mutu produk, serta memperkuat ketahanan pangan nasional s

Elara | MataMata.com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:00 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berbincang bersama awak media usai jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berbincang bersama awak media usai jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Perum Bulog resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi terbaru dalam pemeliharaan stok beras. Langkah ini diambil guna mencegah serangan kutu, menjaga mutu produk, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Kepala BRIN telah dilakukan untuk memastikan dukungan teknologi dalam pengelolaan stok pangan ke depan.

"Kami sudah koordinasi dengan Kepala BRIN. BRIN akan mendukung kami melalui teknologi baru untuk pemeliharaan beras," ujar Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Rizal menekankan bahwa teknologi inovatif ini merupakan karya anak bangsa. Penggunaannya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri dalam sistem logistik pangan nasional.

“Tidak perlu pakai teknologi dari luar, orang Indonesia sudah pintar-pintar. Kepala BRIN menyampaikan ada teknologi baru agar beras lebih sehat, lebih kuat, dan tahan lama,” imbuhnya.

Langkah ini menjadi krusial mengingat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal tahun 2026 mencapai 3,25 juta ton, yang merupakan stok peralihan dari tahun sebelumnya.

Bulog akan segera menindaklanjuti kerja sama ini melalui pembahasan teknis agar teknologi tersebut dapat diterapkan di seluruh fasilitas penyimpanan dari Sabang sampai Merauke.

Selama ini, Bulog menerapkan pola pemeliharaan berjenjang, mulai dari pemeriksaan harian hingga semesteran. Jika ditemukan indikasi gangguan hama, Bulog melakukan langkah percepatan seperti fumigasi terukur.

Respons Atas Sorotan DPR Upaya modernisasi sistem penyimpanan ini muncul di tengah sorotan tajam Komisi IV DPR RI.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), mengungkap temuan beras impor yang telah berkutu di Gudang Bulog saat kunjungan kerja ke Yogyakarta pada masa reses 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin Pelebaran Defisit APBN Tak Ganggu Kinerja Ekonomi

"Kami menemukan masih banyak beras sisa impor di dalam Gudang Bulog yang sudah banyak kutu," kata Titiek dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertanian, Maret tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Rizal menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan sistem pengawasan terpadu agar kualitas beras yang sampai ke tangan masyarakat tetap layak konsumsi dan bebas hama.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB