Iran Serang Israel dan Fasilitas Militer AS di Bahrain, Kuwait, serta UEA

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan UEA sebagai balasan atas serangan Februari lalu.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 April 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Matamata.com - Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangan masif yang menargetkan sejumlah titik di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait, Rabu (1/4/2026). Serangan ini merupakan respons lanjutan atas ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.

Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya dari Komando Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa serangan ini merupakan gelombang ke-89 dari operasi militer mereka. Iran mengerahkan rudal dan pesawat nirawak (UAV) untuk menggempur wilayah Eilat, Tel Aviv, hingga Bnei Brak.

"Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut, serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak," ujar Zolfaghari dalam keterangan resminya.

Selain wilayah Israel, Teheran juga menyasar lokasi yang menampung personel militer AS di Bahrain. Zolfaghari mengklaim serangan tersebut mengakibatkan sekitar 80 orang terdampak, dengan laporan sebagian besar tewas atau terluka.

Di Kuwait, pasukan Iran melaporkan telah menyerang pangkalan Al-Adiri yang menjadi markas kelompok helikopter Angkatan Darat AS. Akibatnya, satu helikopter dilaporkan hancur total dan beberapa lainnya mengalami kerusakan serius.

Tak hanya itu, dua sistem radar peringatan dini milik AS yang berada di wilayah maritim dan pulau-pulau milik UEA juga dilaporkan hancur.

"Sejak pagi hari, tentara Iran telah menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS di Bandara Ben Gurion menggunakan UAV serang. Kami juga menargetkan stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi serta mencegat rudal dan drone," tambah Zolfaghari.

Eskalasi ini dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban sipil. Sebagai balasan, Iran secara intensif menargetkan wilayah Israel dan aset-aset militer AS yang tersebar di Timur Tengah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menbud Fadli Zon menegaskan momentum Iduladha 1447 H harus memperkuat solidaritas sosial. Kementerian Kebudayaan salurka...

news | 14:02 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polri mengusut tuntas sindikat penipuan jual-beli titik SPPG Makan Bergizi Gratis yang...

news | 13:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyumbang sapi kurban jumbo seberat 1,2 ton untuk warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabu...

news | 13:55 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sistem penyembelihan hewan kurban Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal ramah lingk...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Limousin seberat 950 kg dari peternak lokal PPU untuk disalurkan pad...

news | 10:09 WIB

Indonesia surplus gas 2.500 MMCSFD. Kementerian ESDM dorong penggunaan LNG ritel dengan tabung VGL untuk substitusi BBM ...

news | 10:03 WIB

Presiden AS Donald Trump menyatakan stok uranium Iran harus diserahkan ke AS atau dimusnahkan, seiring rumor kesepakatan...

news | 09:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi memerintahkan pemulihan total akses internet pasca-pembatasan ketat akibat gelomba...

news | 08:45 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah menutup rapat keran impor beras dan fokus meningkatkan produksi pangan dalam ne...

news | 07:15 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses mendongkrak serapan komoditas pertanian lokal da...

news | 06:00 WIB