Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sektor energi hijau hingga AI.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 April 2026 | 09:15 WIB
Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun

Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun

matamata.com - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan membuahkan hasil signifikan bagi perekonomian nasional. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp173 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan capaian tersebut usai menghadiri forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga hadir mewakili Presiden Prabowo didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.

"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun," ujar Airlangga kepada media di Seoul, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4).

Airlangga menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi dan transisi hijau—seperti tenaga surya dan penangkapan karbon (carbon capture and storage/CCS)—hingga energi terbarukan lainnya.

Selain itu, investasi juga menyasar sektor industri manufaktur seperti baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.

“Investasi tersebut juga merambah sektor digital dan AI (kecerdasan buatan), serta properti dan infrastruktur. Termasuk di dalamnya pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dan penguatan komitmen bisnis melalui Kadin dan KCCI,” lanjutnya.

Sejumlah raksasa industri Korea Selatan, seperti POSCO dan Lotte, turut memperkuat komitmen mereka. Lotte bahkan membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi strategis di Indonesia.

Capaian di Korea Selatan ini melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo sebelumnya di Jepang yang meraup komitmen sebesar 23,6 miliar dolar AS (Rp401 triliun). Dengan demikian, total komitmen investasi dari lawatan ke dua negara tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp574 triliun.

Menurut Airlangga, angka ini menjadi bukti kuat bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi favorit di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Baca Juga: Menaker Tegaskan WFH Satu Hari Seminggu Bagi Karyawan Swasta Hanya Imbauan

“Ini adalah angka yang sangat signifikan. Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia tetap memiliki daya tarik tinggi bagi investor Jepang maupun Korea,” tegasnya.

Guna memastikan seluruh komitmen ini terealisasi, pemerintah menjamin akan terus memperbaiki iklim investasi melalui mekanisme debottlenecking. Langkah ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha secara cepat dan efisien.

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung diharapkan dapat mempercepat transformasi industri serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global di sektor-sektor strategis. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB

Kemenag minta maaf atas insiden viral penghulu yang menegur fotografer saat akad nikah. Kemenag tegaskan layanan KUA har...

news | 11:15 WIB

Kemenkes mengusulkan dua opsi paket tarif dasar MCU calon jamaah haji mulai Rp800 ribu untuk mencegah ketimpangan harga ...

news | 10:30 WIB