Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman

Perum Bulog dan Kementan jamin stok beras nasional aman hingga 324 hari ke depan di tengah gejolak perang Timur Tengah dan ancaman El Nino 2026.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:36 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman

Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman

matamata.com - Perum Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Jaminan ini diberikan guna menjaga stabilitas pangan dalam negeri di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta potensi dampak fenomena El Nino 2026.

Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menegaskan bahwa pengelolaan CBP terus dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan pangan nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola BUMN pangan tersebut mencapai 3,7 juta ton.

"Stok beras yang kami kelola berada dalam kondisi aman dan cukup. Jumlah ini siap digunakan untuk berbagai intervensi pemerintah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran," ujar Andi Afdal dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (7/3).

Ia menambahkan, Bulog terus memperkuat cadangan melalui penyerapan produksi dalam negeri dan distribusi yang terencana. Langkah ini diambil agar ketahanan pangan tetap terjaga meski dunia menghadapi tantangan besar akibat konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat.

Cadangan Pangan Cukup untuk 324 Hari Senada dengan Bulog, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, ketahanan pangan Indonesia saat ini berada pada posisi yang sangat kuat.

"Setelah menghitung kekuatan cadangan pangan nasional dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik global, Alhamdulillah cadangan kita tersedia hingga 324 hari ke depan," ungkap Amran.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai sumber, meliputi:

  • Stok Perum Bulog: 3,7 juta ton beras.
  • Sektor Horeka: Lebih dari 12 juta ton cadangan di perhotelan, restoran, dan kafe.
  • Standing Crop: Potensi produksi 10–11 juta ton dari tanaman yang sedang tumbuh di lahan pertanian.

Amran menegaskan, koordinasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bulog, akan terus diperketat. Langkah antisipasi ini memastikan pasokan pangan tetap terjaga di seluruh pelosok Indonesia meski dinamika global terus bergejolak. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB