Muzani Minta Penanganan Serius Dugaan Illegal Logging Usai Banjir di Sumatra

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai dugaan praktik pembalakan liar patut ditelusuri sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dalam beberapa hari terakhir.

Elara | MataMata.com
Rabu, 03 Desember 2025 | 10:15 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (1/12/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (1/12/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Matamata.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai dugaan praktik pembalakan liar patut ditelusuri sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Muzani seusai menghadiri jamuan minum teh bersama Presiden RI Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu sore. Ia menyebut kesimpulan tersebut muncul setelah melihat berbagai informasi yang beredar di media sosial.

"Kalau lihat gambar-gambar dan foto-foto yang kami saksikan, entah di Aceh, entah di Sumatera Utara, sepertinya kayu-kayu yang hanyut itu kayu-kayu hasil tebangan yang cukup lama, bukan kayu-kayu yang ditebang baru-baru atau kayu-kayu yang roboh karena terjangan badai," katanya.

Menanggapi pertanyaan mengenai aspirasi publik soal maraknya praktik illegal logging, Muzani menilai ada indikasi pembalakan yang tidak terkendali khususnya di wilayah hulu.

Ia menegaskan, bila dugaan tersebut terbukti, maka persoalan pembalakan liar harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup.

"Artinya, kalau itu betul, berarti ada pembalakan liar yang tidak terkendali yang menyebabkan, yang menjadi salah satu sebab bencana ini bisa memperparah dan diperparah," ujarnya.

Muzani mengingatkan bahwa kegagalan menjaga kawasan hutan dapat memicu bencana serupa di masa depan, sekaligus mengancam keselamatan generasi berikutnya.

“Cukup ini menjadi pelajaran terakhir,” ujarnya menekankan.

Ia juga mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan penegakan aturan lingkungan berjalan tegas serta konsisten. (Antara)

Baca Juga: 280 Pengemudi Becak di Banyumas Terima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat terbatas bahas rencana geostrategi Indonesia bersama pimpinan TNI di Istana Merde...

news | 21:29 WIB

Partai Gema Bangsa resmi deklarasi dan menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Simak alasan Ketum Ah...

news | 21:25 WIB

Pemerintah China mengecam keras kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan Taiwan....

news | 14:15 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa sebanyak 33,2 persen dari total petugas haji tahun 1447 H/2026...

news | 13:00 WIB

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) ca...

news | 12:00 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meyakini keberadaan Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama menjadi instrumen...

news | 11:00 WIB

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk merevitalisasi Museum Situs Pasir Angin di Ka...

news | 10:15 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara akan memberikan gaji kepada para petani melalui s...

news | 09:15 WIB

Uni Eropa mendesak Israel untuk segera menghentikan proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat....

news | 08:00 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan akan mengoptimalkan penggunaan kanal Kawal Haji untuk menampung seluruh...

news | 07:00 WIB