Kemenhut Targetkan Peta Jalan Percepatan Hutan Adat Rampung Februari Ini

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah mengejar finalisasi peta jalan (roadmap) untuk akselerasi penetapan hutan adat. Pedoman strategis ini ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:30 WIB
Desa Air Terjun, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci salah satu desa yang di kelilingi hutan adat sebagai penyangga kawasan TNKS. KKI Warsi menilai, bentang alam Kerinci rawan bencana hidrometeorologi akibat tutupan hutan semakin berkurang, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-KKI Warsi

Desa Air Terjun, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci salah satu desa yang di kelilingi hutan adat sebagai penyangga kawasan TNKS. KKI Warsi menilai, bentang alam Kerinci rawan bencana hidrometeorologi akibat tutupan hutan semakin berkurang, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-KKI Warsi

Matamata.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah mengejar finalisasi peta jalan (roadmap) untuk akselerasi penetapan hutan adat. Pedoman strategis ini ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA) Kemenhut, Julmansyah, mengonfirmasi bahwa saat ini dokumen tersebut dalam tahap penyelesaian akhir.

"Belum ditetapkan, masih proses finalisasi. Insya Allah Februari (selesai)," ujar Julmansyah saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Kejar Target 1,4 Juta Hektare Penyusunan roadmap ini merupakan langkah konkret untuk mencapai target penetapan 1,4 juta hektare hutan adat. Target ambisius tersebut sebelumnya dicanangkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai komitmen nyata pemerintah terhadap masyarakat hukum adat (MHA).

Komitmen ini juga telah ditegaskan Menhut dalam forum internasional, yakni Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Brasil pada November lalu. Menurut Raja Juli, penetapan hutan adat adalah bukti keberpihakan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi hak masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan.

Langkah Strategis dan Capaian Saat Ini Sebagai bentuk keseriusan, Kemenhut telah menempuh sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Pembentukan Satgas: Membentuk Satgas Percepatan Penetapan Hutan Adat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
  • Konsolidasi Stakeholder: Menggelar Lokakarya Nasional pada akhir 2025 untuk menyamakan persepsi antarkementerian dan lembaga terkait.

Berdasarkan data Kemenhut hingga Desember 2025, total hutan adat yang telah ditetapkan mencapai 366.955 hektare. Luasan tersebut dikelola oleh 169 unit masyarakat hukum adat (MHA) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Dengan rampungnya peta jalan ini, diharapkan proses birokrasi dan verifikasi lapangan dapat berjalan lebih cepat untuk memenuhi sisa target yang ada. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

ITDC berkomitmen menerapkan pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika dengan mengalokasikan 30% lahan untuk RTH dan mena...

news | 15:37 WIB

Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra menggelar sidang etik tertutup terhadap Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Sid...

news | 15:34 WIB

Pemkot Palembang resmi memberlakukan denda maksimal Rp500 ribu dan sanksi sosial sapu jalanan bagi pembuang sampah semba...

news | 15:30 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026, lengkap dengan cold st...

news | 14:28 WIB

Penebusan pupuk subsidi melonjak 36% menjadi 3,4 juta ton per Mei 2026. PT Pupuk Indonesia (Persero) siapkan strategi di...

news | 14:20 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sebut penyelamatan uang negara Rp10,27 triliun oleh Kejagung di era Prabowo jad...

news | 14:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Simental seberat 1,05 ton dari peternak di Bantul, DIY seharga Rp110...

news | 14:03 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti memperkuat kerja sama ekonomi RI-Rusia di Kazan. Nilai perdagangan naik 21,7%, targetkan ratifik...

news | 08:08 WIB

Presiden AS Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan AS-China, mulai dari pengaruh Konfusius hingga kerja sama e...

news | 07:15 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meresmikan pabrik pengolahan ikan PT BIG di Bintan. Tegaskan komitmen stop kapal luar ...

news | 06:00 WIB