30 WNI yang Tertahan di Abu Dhabi Berhasil Dipulangkan Lewat Penerbangan Repatriasi

Sebanyak 30 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Abu Dhabi akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah akhirnya berhasil dipulangkan. Proses pemulangan ini difasilitasi oleh KBRI Abu Dhabi bekerja sama dengan KJRI Dubai melalui skema

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Maret 2026 | 14:16 WIB
Antrian penumpang pesawat Etihad yang akan terbang ke Singapura di tengah pengetatan aktivitas ruang udara akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Hanni Sofia)

Antrian penumpang pesawat Etihad yang akan terbang ke Singapura di tengah pengetatan aktivitas ruang udara akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Hanni Sofia)

Matamata.com - Sebanyak 30 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Abu Dhabi akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah akhirnya berhasil dipulangkan. Proses pemulangan ini difasilitasi oleh KBRI Abu Dhabi bekerja sama dengan KJRI Dubai melalui skema penerbangan repatriasi.

Para WNI tersebut diterbangkan menggunakan maskapai Etihad Airways menuju Singapura, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui rute lanjutan.

Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, menyatakan bahwa pemulangan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan maskapai dan otoritas terkait di UEA untuk menjamin keselamatan para WNI.

"Sejak penutupan ruang udara pada 28 Februari, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat agar WNI yang terdampak segera memperoleh akses penerbangan ke Tanah Air,” ujar Judha di Abu Dhabi, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, para WNI ini tidak dapat melanjutkan perjalanan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik regional yang memicu penutupan sementara wilayah udara di kawasan Timur Tengah. Krisis ini berdampak luas pada operasional bandara utama seperti Abu Dhabi, Dubai, dan Doha, yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan.

Saat ini, koridor penerbangan di kawasan UEA masih sangat terbatas dan diterapkan sistem antrean. Penerbangan sipil komersial reguler belum beroperasi penuh; prioritas diberikan pada penerbangan repatriasi dan khusus untuk memobilisasi sekitar 20.000 pendatang yang terjebak di UEA.

Judha menegaskan bahwa perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi kawasan yang masih dinamis.

"Kami memastikan seluruh WNI yang terdampak mendapatkan pendampingan konsuler dan fasilitasi yang diperlukan. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka kembali dengan aman dan tertib," tambahnya.

KBRI Abu Dhabi mengimbau WNI yang masih berada di wilayah UEA dan membutuhkan bantuan untuk segera menghubungi hotline resmi KBRI atau melaporkan diri melalui kanal yang tersedia agar dapat segera difasilitasi. (Antara)

Baca Juga: Bareskrim Polri Serahkan Rp58,1 Miliar Aset Judi Online ke Negara

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri resmi menyerahkan uang senilai Rp58,1 miliar hasil ekseku...

news | 14:10 WIB

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menetapkan kebijakan progresif dalam pengelolaan sampah di Bali. Mu...

news | 13:15 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, mendesak pemerintah untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada raksasa teknologi Meta. L...

news | 12:15 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan bahwa Indonesia tetap mendapatkan ke...

news | 11:45 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah mulai mengalihkan s...

news | 10:45 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi gangguan penerbangan haji da...

news | 09:15 WIB

KPK bongkar aliran dana Rp46 miliar ke perusahaan keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait proyek outsourcing. Si...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengirim surat duka cita resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. ...

news | 06:15 WIB

Bapanas resmi mendistribusikan 828 ribu ton beras SPHP 2026 mulai Maret. Cek aturan baru kemasan 2 kg dan daftar harga e...

news | 05:55 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka ingatkan siswa di Rancaekek agar tidak ketergantungan pada AI dan tetap asah nalar kritis ...

news | 15:15 WIB