Kemendikdasmen Beri Bantuan School Kit dan Trauma Healing Murid Korban Kebakaran Kemayoran

Kemendikdasmen menyalurkan bantuan 100 paket school kit dan layanan trauma healing bagi murid korban kebakaran di Kemayoran. Mendikdasmen Abdul Mu'ti jamin hak ujian susulan.

Elara | MataMata.com
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:30 WIB
Kemendikdasmen Beri Bantuan School Kit dan Trauma Healing Murid Korban Kebakaran Kemayoran

Kemendikdasmen Beri Bantuan School Kit dan Trauma Healing Murid Korban Kebakaran Kemayoran

matamata.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan 100 paket peralatan sekolah (school kit) berupa tas, seragam, hingga alat tulis kepada murid penyintas kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat. Selain logistik, pemerintah juga menyiapkan layanan psikososial (trauma healing) untuk memulihkan kondisi mental anak-anak terdampak.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan, setiap siswa yang rumahnya terbakar akan mendapatkan hak pemulihan tersebut secara merata seiring dengan proses pendataan yang masih berjalan.

“Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan santunan kepada anak-anak yang terdampak musibah kebakaran. Tidak hanya di SDN Kebon Kosong 09, tetapi semua anak yang terdampak. Ini baru titik pertama yang kami kunjungi,” kata Abdul Mu'ti usai menyerahkan bantuan secara simbolis di SDN Kebon Kosong 09 Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026) pagi.

Untuk program trauma healing, Kemendikdasmen menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Saat ini, tim psikolog sedang melakukan asesmen awal untuk memetakan jenis dukungan psikososial yang tepat bagi para siswa.

Tak hanya murid, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik. Mu'ti menambahkan, Kemendikdasmen menyalurkan santunan masing-masing sebesar Rp10 juta kepada dua orang guru dan satu penjaga sekolah yang ikut menjadi korban kebakaran.

Mu'ti menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh memutus atau mengurangi kesempatan belajar anak-anak. Karena musibah terjadi di tengah pekan ujian akhir semester (UAS), pihak kementerian memberikan fleksibilitas penuh.

“Terkait kegiatan belajar mengajar, anak-anak harus tetap bisa belajar sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang kondisi rumah atau psikologisnya belum memungkinkan untuk ikut tes akhir semester, sekolah wajib memberikan kesempatan ujian susulan,” tegas Mu'ti.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, menyatakan personel gabungan dari TNI, Polri, Brimob, dan Pemda langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga dan mengamankan barang berharga. Berdasarkan data awal dari pengurus RW setempat, kebakaran ini berdampak pada sekitar 400 hingga 500 Kepala Keluarga (KK). (Antara)

Baca Juga: Menlu RI Sugiono Sambut Kunjungan Resmi Menlu Turkiye di Jakarta

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming meninjau proyek PSEL Keramasan di Palembang. Pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi list...

news | 11:39 WIB

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak m...

news | 11:36 WIB

Kemenlu China tegaskan hubungan bilateral dan iklim investasi dengan Indonesia tetap kokoh, merespons spekulasi viral te...

news | 11:32 WIB

Kemnaker resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Tahap 1 bagi fresh graduate. Cek informasi pendaftaran d...

news | 07:15 WIB

KPK mengisyaratkan menolak laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Am...

news | 06:00 WIB