Menaker: Calon Peserta Magang Tak Perlu Tergesa, Pendaftaran Masih Dibuka Hingga 12 Oktober

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau para calon peserta program Magang Nasional untuk tidak terburu-buru mendaftar ke perusahaan. Ia menegaskan, waktu pendaftaran masih terbuka cukup lama hingga 12 Oktober 2025.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Arsip Foto - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka Sarasehan Pengawasan Ketenagakerjaan bertema “Transformasi Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 melalui Penegakan Integritas dalam rangka Pelayanan Publik” di Jakarta, Selasa (30/9/20205) malam. ANTARA/HO-Kemnaker RI

Arsip Foto - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka Sarasehan Pengawasan Ketenagakerjaan bertema “Transformasi Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 melalui Penegakan Integritas dalam rangka Pelayanan Publik” di Jakarta, Selasa (30/9/20205) malam. ANTARA/HO-Kemnaker RI

Matamata.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau para calon peserta program Magang Nasional untuk tidak terburu-buru mendaftar ke perusahaan. Ia menegaskan, waktu pendaftaran masih terbuka cukup lama hingga 12 Oktober 2025.

“Jadi tidak perlu terburu-buru. Besok, lusa, atau sampai tanggal 12 masih bisa mendaftar,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (8/10).

Menurutnya, proses seleksi calon peserta magang sepenuhnya akan dilakukan oleh perusahaan. Saat ini, perusahaan tengah mengumumkan kebutuhan jumlah calon pemagang. Setelah pengumuman itu, peserta dapat mulai mendaftar sesuai minatnya.

“Yang menentukan calon peserta yang lolos, berapa orang, dan siapa saja, itu perusahaan, bukan Kemnaker,” jelasnya.

Menaker menambahkan, setiap calon peserta diperbolehkan memilih hingga tiga alternatif tempat magang. “Silakan dipilih. Baru nanti pada tanggal 13 Oktober dilakukan seleksi oleh perusahaan untuk menentukan siapa saja yang akan diterima magang di perusahaan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli menyebutkan bahwa program ini merupakan periode pertama atau Batch I. “Jika peminatnya tinggi, Kemnaker akan membuka Batch berikutnya setelah berkoordinasi dengan lintas kementerian terkait,” katanya.

Program Magang Nasional sendiri menjadi bagian dari Paket Ekonomi "8+4+5" 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini menyasar lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang lulus maksimal satu tahun terakhir.

Tujuan utama program ini ialah mempercepat penyerapan tenaga kerja muda melalui mekanisme magang terstruktur di berbagai sektor industri berbasis keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, Kemnaker berperan sebagai fasilitator antara lulusan yang memiliki kompetensi dan perusahaan swasta yang membuka kesempatan magang sesuai bidang keahliannya.

Pemerintah juga memberikan insentif setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) selama enam bulan bagi peserta magang yang ditempatkan di perusahaan swasta, dengan batas maksimal Rp3,3 juta per bulan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an

Sistem ini dirancang agar peserta dapat menjalani magang di daerah asalnya, sehingga tak perlu menanggung biaya tambahan untuk tempat tinggal atau transportasi.

Kemnaker mencatat, hingga saat ini sudah ada 451 perusahaan yang mendaftar sebagai penyelenggara program dengan 1.300 posisi magang dan sekitar 6.000 calon peserta. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman sebut ekspor CPO RI melonjak 26,40% di awal 2026. Indonesia kini kuasai 60% pasar sawit dunia...

news | 12:35 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 503 Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang. Dalam arahannya, Prabowo menekankan pent...

news | 12:31 WIB

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf melantik PPIH Embarkasi 2026. Ia menekankan perlindungan bagi jamaah lansia, integritas petu...

news | 12:28 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan mendorong kolaborasi riset dengan kampus dan mengumumkan pembangunan rice mill modern di Ban...

news | 12:25 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), hingg...

news | 06:15 WIB

Ketum MUI Anwar Iskandar bertemu Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah Al Amoudi. Indonesia tegaskan posisi tolak penjajahan ...

news | 15:00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membentuk unit PJLP khusus untuk menangani populasi ikan sapu-sapu yang mer...

news | 14:00 WIB

Bareskrim Polri ungkap hasil mediasi kasus pencemaran nama baik Azizah Salsha. YouTuber Resbob dan Bigmo sepakat berdama...

news | 12:42 WIB

Kemenhub mengonfirmasi pilot dan 7 penumpang helikopter Airbus H130 PK-CFX meninggal dunia setelah jatuh di hutan Sekada...

news | 12:15 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menginstruksikan SPPG untuk menyerap bahan pangan dari BUMDes dan UMKM desa guna mendukung p...

news | 11:00 WIB