Kemenag Siapkan Fasilitator Nasional untuk Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kementerian Agama (Kemenag) mulai melatih puluhan tenaga pelatih dalam program Training of Facilitator (ToF) guna mendukung penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lembaga pendidikan agama dan keagamaan.

Elara | MataMata.com
Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:30 WIB
Kemenag Siapkan Fasilitator Nasional untuk Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kemenag Siapkan Fasilitator Nasional untuk Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

matamata.com - Kementerian Agama (Kemenag) mulai melatih puluhan tenaga pelatih dalam program Training of Facilitator (ToF) guna mendukung penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lembaga pendidikan agama dan keagamaan.

Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kemenag, Mastuki, mengatakan pelatihan ini diselenggarakan dalam tiga angkatan.

"Pada 25 hingga 30 Agustus ini angkatan pertama dengan 30 peserta. Insya Allah akan dilanjutkan pada 1 sampai 6 September untuk angkatan kedua dan ketiga," ujar Mastuki di Jakarta, Rabu (27/8).

Peserta ToF terdiri dari pengampu pendidikan, termasuk widyaiswara Pusbangkom, Balai Diklat Keagamaan, serta Loka Diklat Keagamaan. Empat provinsi yang menjadi lokasi pelaksanaan ToF yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

"Mereka ini kita ingin cetak sebagai fasilitator nasional," tegas Mastuki.

Ia menjelaskan, desain ToF disusun berdasarkan pengalaman pra-ToF di Garut pada 31 Juli–2 Agustus lalu, yang menjadi bahan evaluasi dan adaptasi untuk pelaksanaan kali ini.

Presiden Direktur Mizan Group sekaligus penggagas Gerakan Islam Cinta, Haidar Bagir, menekankan bahwa cinta tidak bisa diajarkan hanya sebatas teori.

"Cinta tidak bisa diajarkan seperti mata pelajaran matematika. Ia menyatu dengan diri manusia dan harus ditanamkan melalui pengalaman yang imanen," ujarnya.

Menurutnya, pendekatan kognitif hanya menghasilkan pemahaman konseptual, bukan rasa cinta itu sendiri. Karena itu, sekolah perlu membangun budaya yang mencerminkan kasih sayang, menolak perundungan, menerima anak berkebutuhan khusus, serta menciptakan hubungan harmonis antarwarga sekolah.

Hal senada disampaikan Project Director Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Sri Widuri. Ia menilai Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga: Bulog Pastikan Beli Beras SPHP Tak Wajib Difoto

"KBC merupakan langkah revolusioner dan sangat fundamental. Kami bersyukur Pak Menteri menggagas KBC untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai (values-based education) yang diharapkan membentuk pola pikir dan perilaku anak-anak sesuai mandat Pancasila," kata Sri. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bakal berkoordinasi dengan pemerintah merespons usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades AMJ) demi efi...

news | 13:07 WIB

KPK memanggil Kepala Perum Bulog Jateng dan 37 saksi terkait dugaan korupsi bansos beras PKH Kemensos yang merugikan neg...

news | 12:09 WIB

Pemprov DKI Jakarta mengecek langsung penerima bansos di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran di masa transisi...

news | 10:45 WIB

Menhut Raja Juli Antoni meminta petugas tak lengah meski hotspot karhutla di Ketapang turun. Kemenhut juga menyegel laha...

news | 10:15 WIB

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB