Mendiktisaintek Dorong Hilirisasi Riset Kampus untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong percepatan hilirisasi riset kampus di bidang pangan dan energi guna hadapi dampak dinamika geopolitik global.

Elara | MataMata.com
Selasa, 10 Maret 2026 | 15:06 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto tiba di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026), untuk memenuhi undangan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran. (ANTARA/Andi Firdaus)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto tiba di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026), untuk memenuhi undangan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran. (ANTARA/Andi Firdaus)

Matamata.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan perlunya percepatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi untuk merespons dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Brian saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026), menjelang Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebutkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan temuan riset akademisi dapat segera diaplikasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

"Kami mendorong hasil-hasil riset yang bisa digunakan segera untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi," ujar Brian kepada awak media.

Respons Terhadap Dinamika Geopolitik Brian menjelaskan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada sektor-sektor strategis.

Oleh karena itu, inovasi dari kampus tidak boleh berhenti di atas kertas, melainkan harus masuk ke tahap implementasi nyata.

Menurutnya, berbagai inovasi riset dari perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional serta menciptakan efisiensi energi yang lebih baik.

"Kita berharap teman-teman di kampus yang memiliki hasil penelitian betul-betul segera kita dorong (hilirisasinya) demi ketahanan nasional," tegasnya.

Langkah Konkret Kemendiktisaintek Hingga saat ini, Kemendiktisaintek terus menggodok langkah-langkah konkret untuk mempercepat proses transisi riset dari laboratorium ke industri.

Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan koordinasi lintas sektoral agar riset yang relevan dapat langsung diserap oleh pengguna atau instansi terkait.

Baca Juga: Menko Pangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Jepara Sesuai Standar Gizi

Dalam agenda rapat terbatas tersebut, tampak hadir sejumlah pejabat strategis lainnya, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, yang mengindikasikan adanya pembahasan riset teknologi yang berkaitan dengan kemandirian industri nasional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit ke Satgas Pangan Polri karena sengaja menahan harga TB...

news | 12:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan aturan skema bagi hasil sektor pertambangan minerba tidak akan berubah selamany...

news | 12:15 WIB

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan penanaman integritas sejak dini adalah kunci pencegahan korupsi PPDB, di...

news | 11:45 WIB

Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak analisis pemicunya mulai dari ...

news | 10:30 WIB

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan eks Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba t...

news | 10:30 WIB