Sekolah Rakyat Bantu Anak Tukang Ojek dan Penjual Bubur Raih Pendidikan Gratis

Kehadiran Sekolah Rakyat Margaguna di Jakarta Selatan membawa harapan baru bagi keluarga berpenghasilan rendah. Program pendidikan gratis yang diinisiasi Kementerian Sosial ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, termasuk Zulkarnaen, seora

Elara | MataMata.com
Senin, 14 Juli 2025 | 09:15 WIB
Sekolah Rakyat Bantu Anak Tukang Ojek dan Penjual Bubur Raih Pendidikan Gratis

Sekolah Rakyat Bantu Anak Tukang Ojek dan Penjual Bubur Raih Pendidikan Gratis

matamata.com - Kehadiran Sekolah Rakyat Margaguna di Jakarta Selatan membawa harapan baru bagi keluarga berpenghasilan rendah. Program pendidikan gratis yang diinisiasi Kementerian Sosial ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, termasuk Zulkarnaen, seorang pengemudi ojek daring.

"Saya terbantu dengan adanya Sekolah Rakyat," ujar Zulkarnaen saat ditemui di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Margaguna, Senin (14/7).

Anak lelaki Zulkarnaen kini menjadi salah satu siswa Sekolah Rakyat. Ia mengaku bersyukur karena sang anak dapat melanjutkan pendidikan, meski sebelumnya gagal masuk sekolah negeri karena keterbatasan nilai dan kuota.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam data kesejahteraan sosial nasional, terutama pada kelompok desil 1 dan 2—pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Tak hanya memberikan akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga menyediakan fasilitas asrama dan kebutuhan dasar secara cuma-cuma. Hal ini mendorong anak Zulkarnaen untuk belajar hidup mandiri.

"Ya, hitung-hitungan dia hidup mandiri. Di situ kan dia belajar relasi dengan orang lain, cara bertutur kata gitu. Sebagai orang tua mendoakan aja," tambahnya.

Hal serupa juga dirasakan Kartini, seorang penjual bubur yang berharap anaknya bisa belajar hidup mandiri selama di asrama.

"Ya karena di sini sendiri. Kalau di rumah, sama mama terus. Biar lebih mandiri," ujar Kartini.

Ia mengaku penghasilannya yang tidak menentu membuat program seperti Sekolah Rakyat sangat berarti. Kartini berharap pemerintah terus melanjutkan inisiatif ini agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa meraih pendidikan yang lebih baik.

Senin ini, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai secara serentak di 62 titik lokasi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Sementara itu, 37 lokasi lainnya akan memulai MPLS pada akhir Juli 2025.

Baca Juga: DPR Setujui Pembukaan Blokir Anggaran Rp63,9 Miliar untuk Dukung Program Prioritas Ombudsman 2025

Secara keseluruhan, ada 100 titik rintisan Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi di Tahun Ajaran 2025/2026. Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB