Paspampres Pastikan Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Bukan Anggotanya

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.

Elara | MataMata.com
Selasa, 10 Februari 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi tindakan penganiayaan. (ANTARA/HO-Ist) (1)

Ilustrasi tindakan penganiayaan. (ANTARA/HO-Ist) (1)

Matamata.com - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Kasus kekerasan yang sempat viral di media sosial tersebut saat ini tengah ditangani secara hukum.

Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Asintel Danpaspampres), Kolonel Inf. Mulyo Junaidi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan internal usai informasi tersebut beredar luas. Ia memastikan prajurit TNI yang diduga sebagai pelaku bukan bagian dari satuan pengawal Presiden.

"Tadi saya sudah cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres," ujar Mulyo Junaidi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/2).

Mulyo mengungkapkan, terduga pelaku merupakan perwira TNI berinisial Kapten Cpm A. Berdasarkan hasil klarifikasi, Kapten Cpm A diketahui sebagai anggota Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI. Terkait proses hukum selanjutnya, Paspampres menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada Mabes TNI.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang diusut oleh Polsek Kembangan.

"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan," kata Budi kepada wartawan, Senin (9/2).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/080/II/2026/Polsek Kembangan. Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/2) sekitar pukul 20.15 WIB dan dilaporkan oleh korban pada Kamis (5/2).

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat korban mengantarkan penumpang berinisial N ke kawasan Srengseng, Kembangan. Setibanya di lokasi, N mengaku bingung mencari alamat rumah tujuannya, yang ternyata merupakan kediaman terduga pelaku.

Korban kemudian meminta N menghubungi penghuni rumah (pelaku) untuk memastikan lokasi. Namun, melalui sambungan telepon, pelaku justru memaki penumpang tersebut. Meski terjadi ketegangan via telepon, korban tetap mengantarkan N hingga sampai ke depan rumah pelaku.

Baca Juga: Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo

Setibanya di tujuan, cekcok antara pelaku dan korban tidak terhindarkan. Perselisihan tersebut berujung pada tindakan kekerasan fisik yang menyebabkan pengemudi ojol mengalami luka-luka. Foto-foto bukti penganiayaan dan bukti pemesanan aplikasi ojol kini telah beredar luas sebagai dasar laporan kepolisian.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Cucu Bung Karno, Didi Mahardhika Soekarno, tegaskan kesetiaan pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Ia menyerukan p...

news | 08:15 WIB

PT Pupuk Indonesia gelar FertInnovation Challenge 2025. Diikuti 1.620 inovator dengan total dukungan kolaborasi Rp2 mili...

news | 07:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons hasil survei Indikator yang menunjukkan tingkat kepuasan kinerja Presiden Prabowo menc...

news | 06:00 WIB

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak siapkan hingga 8.000 personel TNI AD untuk misi perdamaian di Gaza. Simak kesiapan ...

news | 16:30 WIB

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ...

news | 15:50 WIB

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban ungkap investasi pemerintah ke BUMN capai Rp897 triliun sejak 2010. Sima...

news | 15:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti anomali penonaktifan 11 juta peserta PBI JKN pada Februari 2026. BPJS Kesehatan dimin...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan hari ini. Bahas evaluasi pengamanan Nataru...

news | 12:15 WIB

Wamen Stella Christie ingatkan mahasiswa untuk asah kemampuan berpikir reflektif agar tak tergantikan oleh AI. Simak pes...

news | 11:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut dialog dengan AS langkah maju menuju damai, namun tegaskan program rudal Iran teta...

news | 10:15 WIB