Viral Anggota Paspampres Dipotes Warga di London, Asintel: Sudah Sesuai SOP dan Proporsional

Paspampres mengklarifikasi video viral anggotanya yang diprotes warga di London saat mengawal Presiden Prabowo. Simak penjelasan lengkap Asintel Danpaspampres.

Elara | MataMata.com
Kamis, 29 Januari 2026 | 06:00 WIB
Asintel Danpaspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi. ANTARA/HO-Kodim 0602 Serang

Asintel Danpaspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi. ANTARA/HO-Kodim 0602 Serang

Matamata.com - Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Asintel Danpaspampres), Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, angkat bicara menjelaskan isi rekaman video viral yang menampilkan anggota Paspampres saat bertugas di London, Inggris.

Video tersebut merekam momen saat anggota Paspampres mengawal lawatan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, anggota Paspampres tampak menerima protes dari sejumlah warga saat diminta bergeser guna sterilisasi lokasi pengamanan.

Kolonel Mulyo menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dan mengecek keterangan anggota yang bersangkutan. Hasilnya, tindakan tersebut dinyatakan telah sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP).

"Dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan telah menjalankan tugas pengamanan Kepala Negara sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) yang berlaku," tegas Kolonel Mulyo dalam keterangan resminya, Kamis (29/1).

Lebih lanjut, Mulyo menilai tindakan maupun ucapan anggotanya dalam video tersebut bersifat proporsional.

Dalam tayangan itu, sang prajurit merespons protes warga dengan tetap tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

"Paspampres mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan, dan berkomitmen untuk terus menjamin keselamatan Kepala Negara sesuai ketentuan," tambahnya.

Sebagaimana diatur dalam undang-undang, Presiden Prabowo selalu didampingi oleh Grup A Paspampres dalam setiap lawatan luar negeri.

Paspampres sendiri merupakan satuan elite TNI yang terdiri dari prajurit terbaik berbagai matra, termasuk Denjaka (TNI AL), Satbravo 90 (TNI AU), dan Kopassus (TNI AD).

Baca Juga: Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun

Tugas utama pasukan ini adalah memberikan perlindungan fisik secara langsung dan jarak dekat kepada Presiden, Wakil Presiden, serta keluarga inti mereka guna memastikan keamanan dan keselamatan simbol negara. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Jamaah haji Embarkasi Padang Gelombang II mulai diterbangkan langsung ke Jeddah. Simak rincian keberangkatan Kloter 12 d...

news | 15:35 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa putuskan tidak menonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama meski namanya terseret dakwa...

news | 15:15 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta penerima beasiswa LPDP Angkatan 273 untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan I...

news | 14:34 WIB

Mensos Saifullah Yusuf membentuk tim khusus yang dipimpin Wamensos untuk menyelidiki polemik pengadaan sepatu Sekolah Ra...

news | 13:07 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kecewa laga Persija vs Persib batal di GBK. Simak alasan keamanan dan lokasi terbaru ...

news | 13:00 WIB

AS menetapkan Iran sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah dalam dokumen strategi terbaru. Simak perkembangan terkini k...

news | 12:18 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT Ke-48 ASEAN. Didampingi sejumlah menteri, Pre...

news | 12:08 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath mendesak polisi segera menangkap AS (52), tersangka kekerasan seksual terhadap pu...

news | 09:38 WIB

PPIH siapkan fasilitas buggy car dan mobil khusus disabilitas untuk menyambut jemaah haji gelombang II di Bandara Jeddah...

news | 08:45 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman langsung mencabut izin distributor pupuk subsidi nakal hanya dalam 10 menit usai menerima lap...

news | 07:15 WIB