Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun

Danantara Indonesia targetkan laba BUMN capai Rp350 triliun pada 2026. Simak strategi konsolidasi 1.068 BUMN menjadi 221 entitas untuk genjot efisiensi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 28 Januari 2026 | 20:49 WIB
Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun

Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun

matamata.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memasang target optimistis bagi performa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Danantara membidik laba kolektif perusahaan pelat merah tembus di angka Rp340 triliun hingga Rp350 triliun pada tahun 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan target tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada masyarakat dan Presiden Prabowo Subianto.

“Tahun 2026 kami memasukkan laba di rencana kerja kurang lebih Rp350 triliun. Namun, saya berekspektasi bisa lebih dari itu,” ujar Dony dalam acara bertajuk “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dony secara tegas membantah anggapan bahwa BUMN kerap merugi. Ia membeberkan data bahwa pada 2025, laba BUMN mencapai Rp332 triliun. Angka ini belum termasuk kontribusi pajak dan efek berganda (multiplier effect) ekonomi lainnya.

Ia menjelaskan, sebagian keuntungan tahun 2025 dialokasikan untuk perbaikan struktur, termasuk transformasi dan penggabungan (merger) BUMN. Setelah memperhitungkan penurunan nilai aset (impairment) sekitar Rp55 triliun, laba bersih BUMN 2025 tetap kokoh di kisaran Rp280 triliun hingga Rp285 triliun.

“Jadi, jika ada yang bilang BUMN itu rugi, itu tidak benar,” tegas Dony.

Rencana Besar Konsolidasi Untuk mencapai target fantastis tersebut, Danantara akan melakukan langkah radikal dalam 3-4 tahun ke depan. Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, sebelumnya mengungkapkan rencana konsolidasi besar-besaran.

Saat ini, aset Danantara tercatat mencapai 900 miliar dolar AS (setara Rp15,29 kuadriliun). Untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing global, Danantara berencana merampingkan 1.068 BUMN yang ada saat ini menjadi hanya 221 entitas usaha.

"Proses konsolidasi ini adalah upaya kami menghadirkan profesionalisme dan efisiensi. Saat ini ribuan perusahaan tersebut masih berada di bawah pengelolaan sekitar 50 holding lintas sektor," jelas Al-Arief dalam forum WEF di Davos baru-baru ini.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah BUMN dari sekadar "perusahaan negara" menjadi pemain global yang mampu menyetorkan dividen lebih besar bagi pembangunan nasional. (Antara)

Baca Juga: Tekan Impor BBM, Prabowo Targetkan Cadangan Energi Nasional Naik ke 3 Bulan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB