Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), pada Rabu (11/3/2026). Keduanya membahas kekhawatiran atas eskalasi militer yang kian

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:15 WIB
Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer

Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer

matamata.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), pada Rabu (11/3/2026). Keduanya membahas kekhawatiran atas eskalasi militer yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, pembicaraan tersebut berfokus pada perkembangan situasi keamanan regional dan implikasi seriusnya terhadap perdamaian global.

Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penghentian segera seluruh aksi militer di kawasan. Presiden memperingatkan bahwa eskalasi yang berkelanjutan hanya akan merusak stabilitas dan keamanan internasional.

Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan jatuh korban jiwa dari kalangan sipil.

Bahkan, televisi pemerintah Iran telah mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Kondisi semakin kompleks setelah Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan drone dan rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Selasa (10/3/2026).

Langkah diplomasi Presiden Prabowo ini mempertegas posisi Indonesia yang tetap konsisten mengupayakan perdamaian dan meminta semua pihak menahan diri demi menghindari perang terbuka yang lebih luas. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI mendesak Polri dan Komdigi bekerja sama dengan TikTok dan Meta untuk memblokir akun live streaming provokasi tawu...

news | 10:45 WIB

KPK menemukan dokumen dan bukti elektronik aliran uang suap pengurusan HGB Summarecon saat menggeledah rumah Dirjen ATR/...

news | 10:15 WIB

KBRI Moskow mengimbau WNI mewaspadai tawaran tentara bayaran di Rusia via jalur ilegal. Ketahui risiko pidana agen dan a...

news | 09:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto berkelakar soal larangan berjoget dari pakar saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 PAN d...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mewajibkan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu BUMN guna mencegah laporan palsu dan ...

news | 07:15 WIB