Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), pada Rabu (11/3/2026). Keduanya membahas kekhawatiran atas eskalasi militer yang kian

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:15 WIB
Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dalam pertemuan bilateral di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (2/7/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Presiden)

Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dalam pertemuan bilateral di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (2/7/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Presiden)

Matamata.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), pada Rabu (11/3/2026). Keduanya membahas kekhawatiran atas eskalasi militer yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, pembicaraan tersebut berfokus pada perkembangan situasi keamanan regional dan implikasi seriusnya terhadap perdamaian global.

Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penghentian segera seluruh aksi militer di kawasan. Presiden memperingatkan bahwa eskalasi yang berkelanjutan hanya akan merusak stabilitas dan keamanan internasional.

Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan jatuh korban jiwa dari kalangan sipil.

Bahkan, televisi pemerintah Iran telah mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Kondisi semakin kompleks setelah Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan drone dan rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Selasa (10/3/2026).

Langkah diplomasi Presiden Prabowo ini mempertegas posisi Indonesia yang tetap konsisten mengupayakan perdamaian dan meminta semua pihak menahan diri demi menghindari perang terbuka yang lebih luas. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur 2026 surplus besar. Stok sapi mencapai 629....

news | 19:03 WIB

BPI Danantara mengevaluasi peluang investasi di sektor strategis guna memberikan dampak ekonomi bagi rakyat, termasuk re...

news | 19:01 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan minyak mentah Rusia segera masuk Indonesia. Komitmen 150 juta barel ini bertuju...

news | 18:57 WIB

Pakar pendidikan Prof. Susanto menilai Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda penting untuk mewujudkan pemerataan kualitas pe...

news | 11:24 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut Deep Learning sebagai program prioritas untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional d...

news | 07:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan KSP Dudung Abdurachman dijadwalkan hadir di Monas untuk menyerap aspirasi pada puncak Hari...

news | 15:03 WIB

TNI AU menggelar latihan matra udara Sarva Gesit-26 di Bogor untuk mengasah kemampuan pilot helikopter dalam misi tempur...

news | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan Sentul. Bahas peran strategis TN...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kekayaan budaya Indonesia, seperti lukisan purba di Pulau Muna, adalah potensi eko...

news | 11:57 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memastikan korban kecelakaan KRL di Bekasi mendapatkan asesmen pemberdayaan ekonomi agar kemandir...

news | 11:54 WIB