Konflik Iran-Israel Memanas: Prabowo Subianto Telepon Pemimpin Teluk dan Tunggu Jadwal MBS

Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, Presiden telah melakukan komunikasi langsung melalui telepon dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Teluk m

Elara | MataMata.com
Rabu, 04 Maret 2026 | 11:30 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. (ANTARA/Fathur Rochman)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. (ANTARA/Fathur Rochman)

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, Presiden telah melakukan komunikasi langsung melalui telepon dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Teluk menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dalam keterangan resminya, Sugiono menyatakan bahwa hampir seluruh panggilan telepon penting kepada para pemimpin negara Teluk telah dilaksanakan oleh Presiden Prabowo di tengah situasi yang kian memanas.

"Sudah, sudah telepon (negara-negara Teluk). Semua sudah ditelepon," ujar Sugiono dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Meski demikian, Sugiono menyebut komunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), saat ini masih dalam tahap penyesuaian jadwal.

“Sudah (upaya) telepon dan masih menunggu waktu MBS, belum bisa ketemu waktunya,” lanjut Sugiono tanpa merinci detail isi pembicaraan yang bersifat rahasia antar-kepala negara tersebut.

Upaya diplomasi ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran negara-negara di kawasan Teluk—seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Oman—terhadap ancaman keamanan dan stabilitas kawasan akibat konflik Iran-Israel.

Lebih lanjut, Sugiono menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta konflik ini. Menurutnya, Presiden Prabowo telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bertindak sebagai mediator, apabila pihak-pihak yang bertikai, termasuk Amerika Serikat, bersedia membuka ruang dialog.

"Indonesia siap menjadi mediator, terutama jika kedua belah pihak menyatakan keinginan untuk membuka ruang mediasi," pungkas Menlu. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB