Menteri PKP Sebut KPR 40 Tahun Bakal Tekan Cicilan Rumah hingga Rp800 Ribu

Menteri PKP Maruarar Sirait siapkan regulasi KPR 40 tahun. Simak simulasi cicilannya yang diprediksi turun hingga Rp800 ribu per bulan untuk rumah subsidi.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:00 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat memberi sambutan. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat memberi sambutan. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Matamata.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan rencana perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi 40 tahun akan segera direalisasikan. Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memiliki hunian.

"Presiden sudah memerintahkan (tenor) KPR dari 30 tahun menjadi 40 tahun. Tentu kita lakukan dan segera sesuaikan regulasinya," ujar Maruarar Sirait saat memberikan keterangan di Bandarlampung, Kamis (7/5/2026).

Maruarar menjelaskan, penambahan durasi masa kredit ini secara otomatis akan memangkas nominal angsuran bulanan secara signifikan. Sebagai gambaran, ia membandingkan skema cicilan rumah subsidi tapak yang berlaku saat ini dengan proyeksi tenor 40 tahun.

"Jika tenor 10 tahun angsurannya sekitar Rp1,7 juta, dan 15 tahun sekitar Rp1,4 juta. Kalau 20 tahun mungkin Rp1,1 juta. Nah, kalau ditarik sampai 40 tahun, cicilannya bisa jauh lebih murah, sekitar Rp800 ribu sampai Rp900 ribu per bulan," jelasnya.

Saat ini, Kementerian PKP tengah menggodok formulasi regulasi dan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna mendukung kelancaran kebijakan tersebut.

"Regulasi segera disiapkan. Kami perlu menjalin komunikasi dengan pengembang, konsumen, hingga sektor perbankan. Seluruh ekosistem ini harus berkoordinasi agar aturan baru ini bisa berjalan efektif di lapangan," tambah Maruarar.

Selain bertujuan meringankan kantong masyarakat, perpanjangan tenor ini diharapkan mampu memperluas akses pasar properti di Indonesia. "Ini adalah bentuk dukungan nyata pemerintah untuk rakyat agar bisa memiliki rumah dengan cara yang lebih mudah," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membagikan 1.582 kapal ikan dan membangun 1.386 desa nelayan hingga 2026 demi meni...

news | 16:05 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, Sulawesi Utara. Ia menjanjikan renovasi sekolah, puskesmas, dan pen...

news | 11:33 WIB

Menag Nasaruddin Umar mengimbau lembaga pendidikan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk membangun karakter si...

news | 11:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto tuntaskan KTT ke-48 ASEAN di Filipina. Indonesia sukses dorong kerja sama regional untuk ketah...

news | 10:15 WIB

Menhut Raja Juli Antoni tegaskan Inpres Penyelamatan Gajah fokus pada perbaikan 21 kantong habitat tersisa dan integrasi...

news | 09:15 WIB

Mobil kepresidenan Maung Garuda milik Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian warga dan delegasi KTT ke-48 ASEAN di ...

news | 08:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto mendorong perundingan damai Kamboja-Thailand dalam KTT ke-48 ASEAN di Filipina demi menjaga st...

news | 07:15 WIB

Menko Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya jaminan sosial tenaga kerja untuk meningkatkan nilai ESG perusahaan dan me...

news | 06:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) memproyeksikan 6 juta liter minyak jelantah dari Program Makan Bergizi Gratis setiap bulan unt...

news | 15:30 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo di KTT BIMP-EAGA untuk mendorong interkoneksi listrik lintas ...

news | 15:00 WIB