DPR RI Pastikan Stok Beras dan Minyakita di Sumut Aman hingga 5 Bulan ke Depan

Anggota DPR RI meninjau gudang Bulog Sumut dan memastikan stok beras 63.000 ton aman untuk 5 bulan ke depan guna antisipasi dampak El Nino.

Elara | MataMata.com
Senin, 04 Mei 2026 | 14:06 WIB
Anggota DPR RI Komisi XII Ade Jona Prasetyo (tengah) memberikan keterangan di Medan, Sumatera Utara, Senin (4/6/2026). ANTARA/M.Sahbainy Nasution.

Anggota DPR RI Komisi XII Ade Jona Prasetyo (tengah) memberikan keterangan di Medan, Sumatera Utara, Senin (4/6/2026). ANTARA/M.Sahbainy Nasution.

Matamata.com - Anggota DPR RI melakukan peninjauan langsung ke gudang Bulog Sumatera Utara (Sumut) guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan di wilayah tersebut tetap terjaga. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino.

Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan komoditas utama di gudang Bulog saat ini dalam kondisi sangat mencukupi.

"Kunjungan kami untuk melihat langsung stok pangan, terutama beras dan Minyakita. Saat ini, total stok beras mencapai 63.000 ton dan Minyakita sebanyak 4,6 juta liter," ujar Ade Jona di Medan, Senin (4/5).

Ia menjelaskan bahwa cadangan beras sebanyak 63.000 ton tersebut diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Utara selama lima bulan ke depan. Begitu pula dengan stok Minyakita yang dinilai dalam posisi aman.

"Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahan pangan tersedia di setiap wilayah sehingga tidak terjadi kelangkaan. Kami juga ingin memastikan ketersediaan stok tetap stabil di tengah tantangan cuaca El Nino," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menambahkan bahwa pemerintah saat ini sangat fokus pada penyediaan bahan pangan sebagai instrumen untuk menekan harga di pasar.

"Stok 63.000 ton ini sangat kuat untuk kebutuhan Sumut. Jika diperlukan, kami bisa meminta tambahan pasokan dari pusat untuk memperkuat cadangan pangan nasional di daerah," kata Budi.

Budi juga memaparkan bahwa ketahanan stok di gudang saat ini turut diperkuat oleh langkah penyerapan gabah kering panen (GKP) langsung dari tingkat petani lokal di Sumatera Utara. Hal ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan harga baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Husni, Wakil Ketua DPRD Sumut Ikhwan Ritonga, serta Anggota DPRD Sumut Beni Harianto Sihotang. (Antara)

Baca Juga: KPK Periksa Staf Ahli Menhub Robby Kurniawan Terkait Kasus Korupsi DJKA

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Momen akrab Presiden Prabowo Subianto saat mengizinkan 300 pelajar Forum OSIS Jabar keliling Istana dan melihat jajar ke...

news | 18:20 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa laporkan APBN kuartal I 2026 defisit Rp240,1 triliun (0,93% PDB). Pendapatan negara Rp574,9 ...

news | 15:00 WIB

Nadiem Makarim absen dari sidang kasus korupsi Chromebook senilai Rp2,18 triliun karena sakit. Simak detail dakwaan dan ...

news | 15:00 WIB

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mendesak perusahaan hilirisasi tambang untuk serius memberdayakan UMKM lokal dan tidak...

news | 13:15 WIB

Menperin Agus Gumiwang menemui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas skema insentif kendaraan listrik guna memperku...

news | 13:00 WIB

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmennya untuk menggerakk...

news | 12:15 WIB

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran mulai terbuka untuk berunding di tengah operasi 'Project Freedom' di Selat Horm...

news | 11:15 WIB

Menpora Erick Thohir mendorong transformasi SEA Games menjadi ajang standar Olimpiade dalam SEA Ministerial Meeting 2026...

news | 10:29 WIB

Bapanas perkuat intervensi harga pangan pasca-Lebaran 2026. Simak langkah pemerintah atasi deflasi harga ayam dan telur ...

news | 09:15 WIB

Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto berencana gugat LHP BPK kasus korupsi LNG ke PTUN karena dinilai ilegal dan ...

news | 08:00 WIB