DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak evaluasi total aturan daycare di Indonesia menyusul kasus kekerasan anak di Yogyakarta. Simak usulan solusinya.

Elara | MataMata.com
Senin, 27 April 2026 | 12:33 WIB
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

matamata.com - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap praktik tempat penitipan anak atau daycare di Indonesia. Hal ini merespons mencuatnya kasus kekerasan terhadap sejumlah anak di daycare "Little Aresha", Yogyakarta.

Abdullah menegaskan bahwa meski jumlah daycare yang tercatat mencapai ribuan, ia menilai belum seluruhnya memenuhi standar perizinan, prosedur operasional (SOP), maupun kualitas yang memadai.

"Saya mengusulkan agar peraturan pendirian daycare dan SOP-nya diperbaiki serta diperketat secara signifikan," ujar Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/4).

Sebagai perbandingan, Abdullah mencontohkan praktik di negara-negara Nordik seperti Finlandia, Swedia, dan Denmark. Di sana, daycare dikelola dengan aturan ketat dan menjadi bagian integral dari sistem perlindungan serta pendidikan anak oleh negara.

Untuk meningkatkan keamanan di Indonesia, ia mengusulkan adanya mekanisme profiling atau screening penyedia layanan yang dapat diakses orang tua melalui platform digital.

Selain itu, Abdullah mendorong negara untuk hadir melalui pemberian subsidi pada sektor ini sebagai bentuk tanggung jawab pemenuhan hak hidup layak bagi balita.

Terkait insiden di Yogyakarta, legislator yang membidangi urusan hukum ini mengecam keras tindakan keji yang terjadi. Ia menilai perbuatan tersebut melanggar hukum dan mencederai rasa kemanusiaan.

"Saya meminta aparat penegak hukum menindak maksimal seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku, pengelola, maupun pendiri daycare tersebut," tegasnya.

Tak hanya soal hukum, Abdullah juga mendesak instansi terkait untuk segera memberikan pendampingan psikologis guna memulihkan trauma yang dialami anak dan orang tua korban. (Antara)

Baca Juga: KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ziva Magnolya beri kejutan tampil berduet bersama Paul Klein di hari kedua konser LANY di Jakarta. Penampilannya panen p...

news | 15:00 WIB

Pinkan Mambo kenang momen awal masuk grup musik Ratu. Sempat gertak Ahmad Dhani, lolos audisi 1 menit, hingga beberkan k...

news | 14:30 WIB

Pengelola mal di Gresik beri penjelasan terkait insiden viral penempelan poster vulgar karyawati toko. Poster langsung d...

news | 14:00 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka karhutla dan mendesak jamin...

news | 13:38 WIB

Miss Thailand 2000 Boom Panadda resmi bercerai dari God Atip usai mengungkap dugaan perselingkuhan, penggelapan uang 7 j...

news | 11:45 WIB