Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli

Ekonom Trimegah Sekuritas desak pemerintah segera salurkan bansos tunai digital guna jaga daya beli masyarakat usai harga Pertamax naik di atas 30 persen.

Elara | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:02 WIB
Petugas SPBU mengisi BBM ke kendaraan. ANTARA/Pertamina Patra Niaga

Petugas SPBU mengisi BBM ke kendaraan. ANTARA/Pertamina Patra Niaga

Matamata.com - Pemerintah didesak untuk segera menyiapkan program bantuan sosial (bansos) tunai secara cepat dan tepat sasaran. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga Pertamax yang mencapai lebih dari 30 persen.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyatakan bahwa bantalan ekonomi sangat diperlukan bagi kelompok rentan dan kelas menengah bawah yang paling terdampak oleh kenaikan biaya transportasi serta kebutuhan sehari-hari.

"Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat yang terdampak tidak menanggung seluruh beban penyesuaian tersebut," ujar Fakhrul dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/6).

Untuk mempercepat proses, Fakhrul menyarankan pemerintah memanfaatkan teknologi digitalisasi sistem pembayaran, integrasi data kependudukan, perbankan, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, akurasi dan kecepatan penyaluran menjadi kunci agar konsumsi rumah tangga tidak merosot tajam.

Di sisi lain, Fakhrul menilai keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax merupakan langkah berat yang tidak bisa dihindari. Pemerintah saat ini menghadapi tantangan besar untuk menjaga keberlanjutan fiskal di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan membengkaknya biaya impor energi.

Oleh karena itu, kebijakan ini harus dibarengi dengan evaluasi dan reorganisasi berbagai program belanja negara. Fakhrul secara khusus menyoroti pentingnya efisiensi pada program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Evaluasi program Makan Bergizi Gratis penting dilakukan agar tujuan sosialnya tetap tercapai, namun dengan desain yang lebih efisien dan berkelanjutan," tutwingnya.

Jika dikombinasikan dengan kebijakan perlindungan sosial yang tepat, penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini diproyeksikan membawa dampak positif bagi makroekonomi. Berkurangnya beban subsidi energi akan memberikan sinyal kuat kepatuhan fiskal Indonesia di mata pasar.

Dampak positif lainnya adalah potensi stabilisasi nilai tukar rupiah. Ketika pasar melihat pemerintah mampu mengendalikan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan APBN, sentimen positif akan kembali dan mendorong arus modal masuk ke dalam negeri.

Kendati demikian, Fakhrul mengingatkan bahwa indikator keberhasilan kebijakan ini bukan cuma soal berkurangnya subsidi, melainkan kemampuan negara melindungi rakyatnya selama masa transisi.

Baca Juga: Bikin Haru! Main Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis', Shanty Ingat Mendiang Ibu

"Pemerintah perlu menunjukkan bahwa disiplin fiskal, perlindungan sosial, dan reformasi belanja negara dapat berjalan beriringan," pungkas Fakhrul. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden AS Donald Trump mengklaim militer AS sukses menjalankan misi rahasia mengamankan 100 juta barel minyak di Selat...

news | 10:30 WIB

Mentan Amran Sulaiman mengusulkan konsumsi telur dan daging ayam di program Makan Bergizi Gratis dinaikkan jadi 3 kali s...

news | 09:30 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mencecar Mentan Amran Sulaiman terkait program bawang putih. Kementan targetkan s...

news | 08:15 WIB

PT KAI (Persero) sukses mengangkut 21,56 juta ton batu bara selama Januari-Mei 2026 untuk mengamankan rantai pasok logis...

news | 07:00 WIB

Komisi IV DPR RI mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran Sulaiman dalam menstabilkan harga telur ayam dan ayam hidup yang...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor kesehatan dan RSUD harus bebas dari korupsi. Pemerintah pusat siapkan pengaw...

news | 16:15 WIB

Pemerintah dan DPR tengah merancang skema stimulus untuk memitigasi dampak kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95...

news | 15:44 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan dan renovasi hingga 400 RSUD kabupaten serta 10.000 puskesmas dalam 3 ...

news | 14:20 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat tenang menyikapi kenaikan harga Pertamax p...

news | 13:20 WIB

: Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Lampung didampingi jajaran menteri untuk meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui...

news | 11:54 WIB