Titiek Soeharto Desak Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mencecar Mentan Amran Sulaiman terkait program bawang putih. Kementan targetkan swasembada 3 tahun lagi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:15 WIB
Tangkapan layar - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto memimpin Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto

Tangkapan layar - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto memimpin Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera mewujudkan swasembada bawang putih. Langkah tegas ini diperlukan mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tersebut saat ini masih sangat tinggi, yakni mencapai 80 hingga 85 persen.

Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu (10/6), Titiek mempertanyakan alasan program pengembangan bawang putih tidak tercantum dalam dokumen program kerja prioritas nasional. Ia menilai, upaya swasembada jangan hanya menjadi wacana tahunan tanpa realisasi konkret.

"Saya mau tanya lagi mengenai bawang putih, Pak Menteri. Kenapa kok tidak masuk lagi di program kerja prioritas nasional nih?" tanya Titiek kepada Mentan Andi Amran Sulaiman dalam sesi pendalaman rapat.

Menanggapi kritikan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa tidak tercantumnya program tersebut murni karena kesalahan penulisan (typo) dalam dokumen yang diserahkan ke DPR. Amran memastikan pengembangan bawang putih tetap menjadi agenda utama pemerintah pada tahun berjalan.

Sebagai bukti komitmen, Amran memaparkan bahwa Kementan telah menggeser anggaran sebesar Rp260 miliar pada tahun ini khusus untuk pengembangan bawang putih. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan oleh Komisi IV DPR RI.

Meski demikian, Titiek kembali menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan sekadar ketersediaan anggaran, melainkan komitmen nasional. Terlebih, bawang putih merupakan komoditas yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

"Jadi kita harus sepakat semua, harus swasembada. Bapak (Menteri Pertanian) harus bikin targetnya, kapan mau swasembada?" tegas Titiek.

Merespons desakan tersebut, Mentan Amran menyatakan optimistis bahwa swasembada bawang putih dapat tercapai dalam waktu paling cepat tiga tahun dan paling lambat lima tahun. Namun, ia mengakui adanya tantangan biologis yang membuat produksinya tidak bisa secepat komoditas pangan lain.

"Tiga tahun paling cepat, paling lambat lima tahun. Masalahnya ada pada masa dorman (istirahat) benih, Bu. Seandainya seperti padi, saya sanggup dua tahun. Tapi tidur atau dormansi bibit bawang putih itu memakan waktu enam sampai delapan bulan," urai Amran.

Untuk mengejar target tersebut, Kementan telah menunjuk sejumlah daerah sebagai pusat pengembangan benih bawang putih nasional. Di antaranya adalah Sembalun di Nusa Tenggara Barat (NTB), Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

Baca Juga: Bikin Haru! Main Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis', Shanty Ingat Mendiang Ibu

Melalui penguatan sentra benih dan perluasan areal tanam yang ditargetkan mencapai 18.000 hektare pada tahun depan, pemerintah berharap ketergantungan pada impor bawang putih dapat segera dipangkas. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT KAI (Persero) sukses mengangkut 21,56 juta ton batu bara selama Januari-Mei 2026 untuk mengamankan rantai pasok logis...

news | 07:00 WIB

Komisi IV DPR RI mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran Sulaiman dalam menstabilkan harga telur ayam dan ayam hidup yang...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor kesehatan dan RSUD harus bebas dari korupsi. Pemerintah pusat siapkan pengaw...

news | 16:15 WIB

Pemerintah dan DPR tengah merancang skema stimulus untuk memitigasi dampak kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95...

news | 15:44 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan dan renovasi hingga 400 RSUD kabupaten serta 10.000 puskesmas dalam 3 ...

news | 14:20 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat tenang menyikapi kenaikan harga Pertamax p...

news | 13:20 WIB

: Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Lampung didampingi jajaran menteri untuk meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui...

news | 11:54 WIB

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah fokus perbaiki kebijakan domestik dan tidak menyalahkan faktor glo...

news | 10:01 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menyetujui proyek hilirisasi kelapa dan ubi kayu di Maluku untuk tingkatkan ekonomi petani da...

news | 09:15 WIB

Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per lit...

news | 08:50 WIB