KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

KSP Muhammad Qodari menanggapi isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang dikabarkan berlangsung hari ini. Simak pernyataan lengkapnya terkait hak prerogatif Presiden Prabowo.

Elara | MataMata.com
Senin, 27 April 2026 | 12:27 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye

Matamata.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menanggapi kabar burung mengenai perombakan (reshuffle) pejabat dalam susunan Kabinet Merah Putih. Qodari menegaskan bahwa urusan perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Qodari menyusul beredarnya informasi bahwa Presiden Prabowo akan melantik sejumlah pejabat baru pada hari ini, Senin (27/4/2026). Nama Qodari sendiri disebut-sebut masuk dalam daftar pejabat yang akan mengalami rotasi posisi.

"Itu semua prerogatif Presiden," ujar Qodari singkat saat dihubungi di Jakarta, Senin siang.

Ia meminta publik untuk bersabar dan menunggu pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai kebenaran informasi tersebut. Menurutnya, sebagai Kepala Negara, Presiden memiliki kewenangan penuh untuk mengevaluasi dan mengubah komposisi pembantunya di kabinet.

"Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya.

Senada dengan Qodari, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya juga mengimbau awak media untuk menunggu kepastian terkait isu ini. Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Teddy hanya memberikan jawaban singkat.

"Tunggu saja," kata Teddy.

Untuk diketahui, jika benar terjadi, ini akan menjadi perombakan kelima dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, tercatat telah terjadi empat kali gelombang reshuffle sepanjang tahun 2025:

  • Jilid I (19 Februari 2025): Pelantikan Menteri Dikti Saintek Brian Yuliarto dan sejumlah kepala badan seperti BPKP, BPS, serta BSSN.
  • Jilid II (8 September 2025): Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa, serta pergantian Menteri Koperasi dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran.
  • Jilid III (17 September 2025): Pelantikan Menko Polkam Djamari Chaniago, Menpora Erick Thohir, serta pelantikan Muhammad Qodari sebagai KSP.
  • Jilid IV (8 Oktober 2025): Penguatan posisi wakil menteri, pimpinan LPS, BP BUMN, serta pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di Istana Kepresidenan terpantau kondusif, namun awak media masih menanti pengumuman resmi terkait pelantikan pejabat baru tersebut. (Antara)

Baca Juga: Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menanggapi putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan Koalisi Masyarakat Sipil soal pernyata...

news | 09:00 WIB

Rayakan Hari Kartini, prajurit wanita Paspampres ambil alih peran utama dalam upacara Serah Terima Kawal Istana Merdeka ...

news | 08:15 WIB

Resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju dihadiri Presiden Prabowo, Wapres Gibran, hingga para menteri. Simak doa Pres...

news | 07:00 WIB

Resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di Jakarta berlangsung meriah dengan kehadiran Presiden Prabowo, Wapres Gibra...

news | 06:00 WIB

KPK menyebut lemahnya kaderisasi parpol memicu mahar politik. Simak usulan KPK mulai dari jenjang kader hingga batasan m...

news | 15:32 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dirut KAI meninjau progres pembangunan 824 unit hunian layak bagi warga bantaran rel Senen...

news | 14:58 WIB

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut...

news | 14:51 WIB

Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menganggap pengkritik sebagai musuh, menyusul pelap...

news | 14:15 WIB

KPK menyerahkan hasil kajian tata kelola parpol kepada Presiden Prabowo dan DPR. Simak 3 rekomendasi utama KPK termasuk ...

news | 14:00 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak PBB mengevaluasi total perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon menyusul gugurny...

news | 13:15 WIB