Kemenag Siapkan 118 Hotel di Madinah, Jamin Layanan Setara bagi Jamaah Haji

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan dan jaminan standar layanan yang setara.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 April 2026 | 10:15 WIB
Penampakan kamar hotel yang akan ditempati jamaah calon haji Indonesia di Madinah. ANTARA/HO-Kemenhaj

Penampakan kamar hotel yang akan ditempati jamaah calon haji Indonesia di Madinah. ANTARA/HO-Kemenhaj

Matamata.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan kesiapan 118 hotel di Madinah untuk menyambut kedatangan jamaah calon haji gelombang pertama. Ratusan hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah (utara), Janubiyah (selatan), dan Gharbiyah (barat).

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Mutaqin, menyatakan bahwa kesiapan penginapan merupakan kunci utama agar jamaah dapat beristirahat dengan nyaman sebelum menjalankan ibadah.

“Kesiapan penginapan menjadi salah satu kunci utama agar jamaah dapat beristirahat dengan nyaman serta menjalankan ibadah dengan khusyuk,” ujar Zaenal dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Zaenal menjelaskan, karakteristik hotel di Madinah memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kapasitas kamar. Lantaran kapasitas hotel tidak selalu sebanding dengan jumlah peserta dalam satu kelompok terbang (kloter), Kemenag akan melakukan penyesuaian penempatan.

Kondisi ini memungkinkan sebagian jamaah dalam satu kloter menempati hotel yang berbeda. Meski demikian, Zaenal menjamin seluruh layanan tetap diberikan secara setara tanpa ada perbedaan kualitas.

“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jamaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan ibadah seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” tegasnya.

Standar layanan tersebut mencakup penyediaan konsumsi, transportasi, pengangkutan koper, hingga program city tour dan ziarah Raudhah. Walaupun terdapat variasi kualitas gedung hotel—mulai dari setara bintang tiga hingga mendekati bintang empat—fasilitas yang diterima jamaah dipastikan tetap optimal.

“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jamaahnya reguler,” tambah Zaenal.

Selain itu, Kemenag berkomitmen untuk memperhatikan aspek kemanusiaan dalam penempatan kamar. Pihaknya berupaya agar jamaah dalam satu keluarga, pasangan suami istri, serta lansia beserta pendampingnya tidak terpisah.

“Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman selama berada di Madinah,” pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Trump Ancam Eskalasi Militer Jika Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Indonesia mendorong negara Asia Pasifik menjadi kompas pembangunan global dalam Sidang UNESCAP ke-82 di Bangkok. Simak p...

news | 15:15 WIB

Peneliti BRIN ungkap potensi besar ikan gabus sebagai superfood lokal. Kaya akan albumin untuk penyembuhan luka dan nutr...

news | 14:15 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menjalani prosesi adat Mansorandak dalam kunjungan perdananya ke Raja Ampat. Simak momen h...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada Penasihat Khusus Pertahanan Jenderal (Purn) Dudung Abdurach...

news | 12:15 WIB

KPK beberkan alasan panggil staf PBNU berinisial SB sebagai saksi kasus korupsi kuota haji yang seret eks Menag Yaqut Ch...

news | 11:30 WIB

Sebanyak 391 jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Jakarta resmi diberangkatkan via Bandara Soetta. Simak fasilitas Makkah Rout...

news | 10:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan aturan pajak kendaraan listrik terbaru (Permendagri 11/2026) tidak menambah beban k...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo terima laporan realisasi investasi kuartal I 2026 sebesar Rp498,79 triliun. Simak rincian sektor dan ne...

news | 08:15 WIB

Kemenag bantah keras isu pemerintah ambil alih uang kas masjid. Thobib Al Asyhar tegaskan narasi yang mencatut Menag Nas...

news | 07:00 WIB

Kemenhut terbitkan Permenhut 6/2026 tentang perdagangan karbon. Aturan ini mempermudah masyarakat lokal dan adat terliba...

news | 06:00 WIB