Kementerian PU Tuntaskan SPPG Makan Bergizi Gratis di PLBN Wini dan Motamasin NTT

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat gizi anak di perbatasan RI-Timor Leste.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 April 2026 | 13:26 WIB
Kementerian PU Tuntaskan SPPG Makan Bergizi Gratis di PLBN Wini dan Motamasin NTT

Kementerian PU Tuntaskan SPPG Makan Bergizi Gratis di PLBN Wini dan Motamasin NTT

matamata.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menuntaskan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Fasilitas ini berlokasi di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa program MBG merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto. Selain fokus pada kesehatan, program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan UMKM.

"Program MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak serta menjaga stabilitas pangan di wilayah perbatasan," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).

Pembangunan SPPG di PLBN Wini dan Motamasin diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat perbatasan. Dody menegaskan, pemerintah memprioritaskan wilayah dengan kebutuhan layanan gizi mendesak agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.

Secara teknis, pembangunan ini dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis NTT. Proyek tersebut menggandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana dan PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai konsultan supervisi.

Kedua fasilitas ini telah memenuhi standar kesehatan dan keberlanjutan lingkungan yang ketat. Infrastruktur yang tersedia mencakup:

  • Dapur utama dan area pencucian bahan makanan.
  • Gudang penyimpanan kering dan basah.
  • Jaringan air bersih dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  • Area parkir, ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), hingga penataan lanskap.
  • SPPG di PLBN Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara) berdiri di atas lahan seluas 1.408,63 m². Sementara itu, SPPG di PLBN Motamasin
  • (Kabupaten Malaka) menempati lahan seluas 1.469,12 m².

Selesainya proyek ini mempertegas komitmen Kementerian PU dalam memperkuat infrastruktur di beranda terdepan NKRI, sekaligus memastikan setiap anak di wilayah perbatasan mendapatkan hak gizi yang sama dengan wilayah lainnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Repub...

news | 10:30 WIB

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB