Pulihkan Sarana Pascabencana, Kemenag Kucurkan Ratusan Miliar untuk Madrasah dan Pesantren di Sumatera

Menag Nasaruddin Umar pastikan rehabilitasi 650 madrasah di Sumatera rampung. Kemenag kucurkan dana ratusan miliar untuk pesantren dan rumah ibadah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:15 WIB
Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

Matamata.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan serta rumah ibadah di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan. Saat ini, sebagian besar fasilitas tersebut dilaporkan telah kembali beroperasi normal.

“Alhamdulillah, sekarang kita bisa lihat rehabilitasi bertahap pada 650 madrasah telah dilakukan dan kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan skala prioritas untuk rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren agar fungsi pelayanan publik segera kembali pulih.

Data Dampak dan Progres Pemulihan Bencana banjir di wilayah Sumatera sebelumnya berdampak pada ribuan fasilitas. Berikut adalah rincian progres pemulihan hingga saat ini:

  • Pondok Pesantren: Dari 1.173 yang terdampak, sebanyak 1.066 pesantren sudah beroperasi kembali.
  • Rumah Ibadah: Dari 1.593 yang terdampak, sebanyak 1.553 unit sudah dapat digunakan.
  • Kantor Urusan Agama (KUA): 101 dari 102 KUA sudah beroperasi. Satu KUA yang rusak berat saat ini diberikan layanan sementara.

Meski demikian, Menag mencatat masih terdapat 110 madrasah kategori rusak parah, di mana 13 di antaranya harus direlokasi. Selain itu, terdapat 107 pesantren dan 40 rumah ibadah (16 masjid dan 24 gereja) yang masih dalam kondisi rusak berat.

Kolaborasi dan Anggaran Menag menjelaskan bahwa renovasi gedung madrasah dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Terkait pendanaan, Kemenag telah menyiapkan alokasi anggaran yang signifikan:

  1. Rp85,5 Miliar: Untuk sarana prasarana dan kebutuhan pembelajaran di 123 madrasah rusak berat.
  2. Rp74,1 Miliar: Bantuan rehabilitasi untuk 107 pondok pesantren.
  3. Rp20 Miliar: Bantuan stimulasi untuk 40 rumah ibadah.
  4. Rp3 Miliar: Pengadaan lahan dan rekonstruksi satu unit KUA yang harus direlokasi.

Nasaruddin Umar turut mengapresiasi gotong royong masyarakat yang mempercepat proses pemulihan di lapangan.

“Alat berat dikerahkan siang dan malam. Kami juga sudah melengkapi sebagian besar sarana pendukung seperti mimbar, sound system, listrik, hingga jaringan internet,” pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah Jepang kucurkan dana Rp1,08 triliun untuk proyek konservasi pantai Bali Fase II hingga 2028. Meliputi Kuta, S...

news | 11:00 WIB

Danantara resmi ambil alih proyek PLTSa Samarinda sesuai regulasi 2026. Kerja sama dengan investor Korea Selatan otomati...

news | 10:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon tegaskan MTN Seni Budaya adalah fondasi Indonesia Emas 2045. Simak upaya pemerintah sejahte...

news | 09:15 WIB

Pandji Pragiwaksono jalani ritual sanksi adat Masosorang Rengnge di Tana Toraja terkait materi Rambu Solo. Simak proses ...

news | 08:15 WIB

Pelatih Persib Bojan Hodak buka suara usai timnya kalah 0-3 dari Ratchaburi di ACL II. Simak evaluasi lini tengah dan pe...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR Hendry Munief soroti tren warga Singapura belanja ke Batam akibat pelemahan ekonomi. Simak peluang dan risik...

news | 06:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai ter...

news | 15:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan...

news | 14:15 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembeb...

news | 13:15 WIB

Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Maruf Amin, menegaskan visi besar transfo...

news | 13:00 WIB