Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Matamata.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan serta rumah ibadah di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan. Saat ini, sebagian besar fasilitas tersebut dilaporkan telah kembali beroperasi normal.
“Alhamdulillah, sekarang kita bisa lihat rehabilitasi bertahap pada 650 madrasah telah dilakukan dan kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan skala prioritas untuk rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren agar fungsi pelayanan publik segera kembali pulih.
Data Dampak dan Progres Pemulihan Bencana banjir di wilayah Sumatera sebelumnya berdampak pada ribuan fasilitas. Berikut adalah rincian progres pemulihan hingga saat ini:
Meski demikian, Menag mencatat masih terdapat 110 madrasah kategori rusak parah, di mana 13 di antaranya harus direlokasi. Selain itu, terdapat 107 pesantren dan 40 rumah ibadah (16 masjid dan 24 gereja) yang masih dalam kondisi rusak berat.
Kolaborasi dan Anggaran Menag menjelaskan bahwa renovasi gedung madrasah dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Terkait pendanaan, Kemenag telah menyiapkan alokasi anggaran yang signifikan:
Nasaruddin Umar turut mengapresiasi gotong royong masyarakat yang mempercepat proses pemulihan di lapangan.
“Alat berat dikerahkan siang dan malam. Kami juga sudah melengkapi sebagian besar sarana pendukung seperti mimbar, sound system, listrik, hingga jaringan internet,” pungkasnya. (Antara)