Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali

Pemerintah Jepang kucurkan dana Rp1,08 triliun untuk proyek konservasi pantai Bali Fase II hingga 2028. Meliputi Kuta, Sanur, hingga Candidasa.

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:00 WIB
Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali

Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali

matamata.com - Pemerintah Jepang resmi melanjutkan proyek konservasi pantai di Bali tahap kedua dengan nilai investasi mencapai 9,85 miliar yen atau setara Rp1,08 triliun. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2028 ini bertujuan untuk mengendalikan dampak erosi dan abrasi yang mengancam pesisir Pulau Dewata.

Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang Jepang dalam mendukung pembangunan di Indonesia.

"Jepang berkomitmen untuk terus berkontribusi mendukung pembangunan Indonesia. Kerja sama ekonomi ini bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan kolaborasi tulus untuk melindungi kehidupan masyarakat," ujar Miyakawa di sela resepsi peringatan HUT ke-66 Kaisar Jepang di Denpasar, Kamis (12/2/2026).

Proyek fase II ini mencakup wilayah yang lebih luas, yang terbagi dalam tiga paket utama:

Paket I: Perluasan konservasi ke kawasan Candidasa, Kabupaten Karangasem.
Paket II: Kawasan Kuta, Legian, dan Seminyak di Kabupaten Badung.
Paket III: Kawasan Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan Sanur (Kota Denpasar).

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI akan bertindak sebagai badan pelaksana. Alokasi dana pada fase II ini meningkat dibandingkan fase I (periode 2000-2008) yang kala itu menghabiskan 9,5 miliar yen atau sekitar Rp1,04 triliun.

Secara teknis, metode yang digunakan hampir serupa dengan fase sebelumnya, yakni pengisian pasir (sand nourishment), pembangunan pemecah gelombang laut (breakwater), hingga perbaikan tembok laut.

Khusus di kawasan Kuta-Legian-Seminyak, fokus utama adalah pengisian pasir dan konstruksi breakwater. Sementara di Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan Sanur, material akan diambil dari stockpile Mertasari serta akumulasi pasir alami. Di Candidasa, proyek akan difokuskan pada pengisian pasir serta pemeliharaan groin—struktur bangunan yang menahan pergerakan pasir akibat arus laut.

Selain menekan abrasi, bantuan pembangunan resmi dari Jepang ini juga bertujuan untuk merevitalisasi terumbu karang yang menjadi daya tarik bawah laut Bali. (Antara)

Baca Juga: Danantara Kelola PLTSa Samarinda, Proyek Strategis Nasional Resmi Satu Pintu

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang. Langkah ini diambil guna menek...

news | 16:15 WIB

Menko Yusril Ihza Mahendra tegaskan konten promosi miras berhadiah hafalan Al-Qur'an bisa diproses hukum lewat Pasal 300...

news | 15:56 WIB

Kemnaker sebut skill mismatch dan lambatnya pertumbuhan lapangan kerja formal jadi penyebab utama pengangguran terdidik ...

news | 15:00 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid menunjuk Sleman sebagai lokasi uji coba Perlinsos Digital. Penilaian bansos kini berbasis sistem...

news | 15:06 WIB

BPI Danantara tegaskan peran strategis BUMN dalam membangun ekosistem perdagangan nasional terintegrasi dengan melibatka...

news | 14:59 WIB