Kementerian PU Jalankan Program Irigasi P3TGAI 2026 di 12.000 Lokasi, Rekrutmen TPM Dimulai

Kementerian PU mulai laksanakan program P3TGAI 2026 di 12.000 lokasi seluruh Indonesia. Simak informasi rekrutmen TPM dan dampaknya bagi ketahanan pangan.

Elara | MataMata.com
Senin, 06 April 2026 | 10:40 WIB
Kementerian PU Jalankan Program Irigasi P3TGAI 2026 di 12.000 Lokasi, Rekrutmen TPM Dimulai

Kementerian PU Jalankan Program Irigasi P3TGAI 2026 di 12.000 Lokasi, Rekrutmen TPM Dimulai

matamata.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026. Program ini menyasar sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia dan dibarengi dengan pembukaan rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa P3TGAI merupakan program padat karya yang strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan merata. Dengan melibatkan warga setempat, kita membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat di desa," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dody menjelaskan, P3TGAI menggunakan pola swakelola. Artinya, dana pembangunan akan berputar langsung di tingkat desa. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap infrastruktur irigasi yang mereka bangun sendiri.

Peran Strategis Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Untuk mendukung efektivitas program di 12.000 titik tersebut, Kementerian PU mulai merekrut Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

TPM bertugas mendampingi kelompok petani, seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), mulai dari tahap perencanaan, konstruksi sederhana, hingga pengelolaan administrasi.

"TPM berperan menjaga kualitas pekerjaan di lapangan dan memberikan pendampingan teknis agar pengelolaan irigasi lebih efisien dan berkelanjutan," tambah Dody.

Salah satu unit pelaksana, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, telah memulai proses seleksi daring sejak 2 April lalu. Tahapan seleksi meliputi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara, dengan pengumuman hasil akhir pada 17 April 2026.

Seleksi ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat, dengan prioritas bagi mereka yang berpengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan irigasi.

Melalui sinergi pembangunan fisik dan pemberdayaan manusia ini, Kementerian PU optimistis kapasitas petani akan meningkat dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. (Antara)

Baca Juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2, Kuota 2.100 Peserta

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB