Muhaimin Iskandar Ajak BUMN Fasilitasi PMI ke Jepang Lewat Program SMK Go Global

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resmi diberangkatkan ke Jepang.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 04 April 2026 | 06:00 WIB
Muhaimin Iskandar Ajak BUMN Fasilitasi PMI ke Jepang Lewat Program SMK Go Global

Muhaimin Iskandar Ajak BUMN Fasilitasi PMI ke Jepang Lewat Program SMK Go Global

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berkontribusi menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif di pasar internasional.

Melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), BUMN diharapkan mendukung penuh program SMK Go Global.

"Kita akan dorong BUMN untuk semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri," ujar Muhaimin saat melepas keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (3/4/2026).

Selain dana CSR, Muhaimin menegaskan bahwa penganggaran APBN juga akan dioptimalkan untuk mendukung komponen biaya pelatihan dan kesiapan teknis para calon pekerja.

"Sambil berjalan, proses APBN juga akan kita dorong untuk memberikan dukungan pada struktur biaya, pelatihan, dan berbagai aktivitas menyangkut kesiapan tenaga kerja di luar negeri," tambahnya.

Muhaimin mengungkapkan bahwa program SMK Go Global merupakan atensi besar dari Presiden RI Prabowo Subianto. Oleh karena itu, ia meminta sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia segera berbenah demi membangun ekosistem pekerja berstandar dunia.

"SMK kita mau tidak mau harus menyesuaikan diri. Di balik program ini, ada sekolah yang harus berbenah secepatnya. Saya mendorong SMK mengambil peluang ini semaksimal mungkin agar talenta kita siap bersaing di pasar global," tegas pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut.

Pada fase awal ini, sebanyak 200 calon PMI diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur. Keberangkatan ini merupakan hasil kolaborasi nyata yang didukung pembiayaan dari berbagai pihak.

Rinciannya, sebanyak 50 orang diberangkatkan melalui program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang melalui CSR PT Kereta Indonesia (KAI), serta 120 orang difasilitasi oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Langkah ini menjadi representasi kualitas tenaga kerja nasional yang siap bersaing di level internasional. (Antara)

Baca Juga: Laura Basuki Miliki Tantangan Berat di Film 'Yohanna', Nyetir Mobil Pick-up hingga Bermain Kuda

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kantor SAR Natuna mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) usai jalani pelatihan intensif penanganan ...

news | 18:44 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid meminta STPN Sleman menjaga tradisi dialektika berpikir dengan menghadirkan ruang diskusi bersa...

news | 18:41 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah menerapkan satu kendali dalam penanganan karhutla serta mengawal ketat pe...

news | 18:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Garoga di Tapanuli Selatan dan meminta percepatan pemulihan pasca...

news | 18:34 WIB

Peneliti Indikator Politik Indonesia menilai diplomasi Presiden Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di...

news | 09:45 WIB