Trump Ancam Serang Infrastruktur Vital Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka. Simak detail ketegangan terbaru ini.

Elara | MataMata.com
Senin, 06 April 2026 | 06:51 WIB
Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.)

Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.)

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras mengenai kemungkinan serangan militer yang menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan AS dan Israel melawan Teheran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (5/4) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa Iran harus segera membuka akses Selat Hormuz atau menghadapi konsekuensi berat.

"Selasa akan menjadi Hari [kemungkinan serangan terhadap] Pembangkit Listrik, dan Hari [kemungkinan serangan terhadap] Jembatan, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!" tulis Trump merujuk pada rencana penargetan infrastruktur strategis tersebut.

Trump menambahkan bahwa pihak Teheran tidak memiliki pilihan selain membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut. Jika tidak, ia memperingatkan bahwa rakyat dan pemerintah Iran akan "hidup menderita".

Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut dilaporkan telah menelan lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai bentuk balasan, Teheran meluncurkan gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) dan rudal ke wilayah Israel. Serangan balasan tersebut juga menyasar Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi basis militer Amerika Serikat.

Selain serangan fisik, Iran juga mulai membatasi pergerakan kapal komersial di Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi pasokan minyak mentah dunia. Langkah inilah yang kini menjadi pemicu utama ancaman terbaru dari Gedung Putih. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB