Pupuk Indonesia Pastikan Ekspor Urea Hanya Dilakukan Setelah Kebutuhan Domestik Aman

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik Timur Tengah.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 03 April 2026 | 10:15 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjawab pertanyaan awak media seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Harianto

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjawab pertanyaan awak media seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa ekspor pupuk urea hanya akan dilakukan sepanjang kebutuhan domestik telah terpenuhi. Prioritas utama perusahaan saat ini adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi sektor pertanian nasional.

"Yang penting Indonesia aman dulu, baru ekspor," ujar Rahmad usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4).

Rahmad menjelaskan, Indonesia saat ini masih memiliki kapasitas untuk mengekspor pupuk urea guna membantu pemenuhan kebutuhan negara-negara tetangga. Langkah ini menjadi krusial mengingat keterbatasan pasokan global akibat penutupan Selat Hormuz sebagai dampak gejolak di Timur Tengah.

Beberapa negara tujuan utama ekspor urea Indonesia meliputi Australia dan India. Meski demikian, Rahmad kembali menekankan bahwa kepentingan dalam negeri tetap menjadi landasan utama sebelum memutuskan pengiriman ke luar negeri.

Harga Saat ini, kapasitas produksi urea nasional mencapai 8,8 juta ton secara operasional, dari total kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton.

Mengenai lonjakan harga, Rahmad menyebutkan harga urea global telah meningkat tajam dari kisaran 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton. Namun, ia memastikan posisi Indonesia relatif aman karena sebagian besar kebutuhan pupuk dipenuhi secara mandiri melalui produksi dalam negeri.

"Terkait kuota ekspor, jumlahnya berkisar 1,5 juta ton. Namun, penyaluran ini tetap fleksibel dan mengikuti dinamika pasokan domestik," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa sejumlah negara kini mulai mengincar pupuk dari Indonesia. Hal ini merupakan imbas krisis geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu suplai urea dunia hingga 30 persen melalui Selat Hormuz.

"Mereka ingin mengimpor pupuk dari Indonesia, bahkan bersedia membayar berapa pun harganya," ungkap Sudaryono dalam pembukaan Konferensi Pupuk Asia 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (1/4).

Sudaryono mencatat setidaknya ada enam negara yang berminat mengimpor pupuk dari Indonesia, di antaranya India, Brasil, Australia, dan Filipina.

Baca Juga: Indosiar Buka Audisi 'Band Academy', Siap Lahirkan Talenta Muda di Industri Musik

Berdasarkan data Trading Economics per 1 April 2026, harga urea dunia menyentuh angka 690 dolar AS per ton, melonjak signifikan dari posisi awal Januari 2026 yang masih berada di kisaran 350-380 dolar AS.

Dengan terpenuhinya kuota dalam negeri, Indonesia dinilai berpotensi besar menjadi stabilisator pasokan pupuk dunia di tengah ketidakpastian global tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemkomdigi berencana mewajibkan penggunaan nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial. Simak alasan Menkomd...

news | 16:26 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) instruksikan SPPG utamakan produk pangan dan telur lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (M...

news | 16:22 WIB

Komisi III DPR RI mendesak polisi segera mengusut kasus dugaan penganiayaan PRT berinisial H oleh mantan istri komedian ...

news | 16:16 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta pemda waspada terhadap dampak geopolitik global, terutama lonjakan harga minyak dan kurs...

news | 14:51 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin anggaran alutsista dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu str...

news | 14:28 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa respons keras kritik The Economist. Ia menegaskan defisit APBN dan utang RI jauh lebih sehat...

news | 14:12 WIB

Kemensos menargetkan investigasi internal dugaan markup pengadaan sepatu Sekolah Rakyat rampung dalam 3 pekan. Dua pejab...

news | 10:43 WIB

Presiden Prabowo resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jatim dan Jateng. Menkop Ferry Juliantono tegaskan koperasi...

news | 10:36 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung perubahan nama prodi Teknik menjadi Rekayasa oleh Kemendiktisa...

news | 10:15 WIB

Kemendikdasmen resmi menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 terkait penugasan guru non-ASN. Kebijakan ini membawa angin segar...

news | 09:15 WIB