Menteri PU Instruksikan Percepatan Saluran Tersier guna Optimalkan Irigasi di Boyolali

Menteri PU Dody Hanggodo instruksikan percepatan pembangunan saluran tersier di Boyolali untuk atasi penurunan fungsi Bendung Boyo dan jamin pasokan air sawah.

Elara | MataMata.com
Senin, 30 Maret 2026 | 06:15 WIB
Menteri PU Instruksikan Percepatan Saluran Tersier guna Optimalkan Irigasi di Boyolali

Menteri PU Instruksikan Percepatan Saluran Tersier guna Optimalkan Irigasi di Boyolali

matamata.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menginstruksikan percepatan pembangunan saluran tersier untuk mengoptimalkan distribusi air kepada petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Langkah ini diambil menyusul tuntasnya pembangunan infrastruktur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di wilayah tersebut.

"Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta jaringan tersier segera dibangun agar air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien," ujar Dody saat meninjau Desa Ketintang, Kabupaten Boyolali, Minggu (29/3/2026).

Peninjauan langsung ini bertujuan memastikan ketersediaan air lahan pertanian tetap terjaga, terutama akibat menurunnya layanan irigasi dari Bendung Boyo milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, bendung tersebut mampu mengairi hingga 800 hektare sawah, namun kini kapasitasnya merosot hingga kurang dari 500 hektare. Penurunan fungsi ini membuat petani setempat sempat bergantung sepenuhnya pada curah hujan.

Sebagai solusi, Kementerian PU menghadirkan JIAT sebagai sumber air alternatif berbasis air tanah untuk mendukung keberlanjutan pertanian, khususnya saat musim kemarau. Dody menegaskan, ketersediaan sumber air harus dibarengi dengan sistem distribusi yang efisien hingga ke petak sawah.

"Insya Allah ketahanan pangan kita aman. Yang penting kita siapkan sumber airnya dari sekarang, dikelola dengan baik, dan distribusinya dipastikan efisien," tambah Dody.

Secara teknis, JIAT di Desa Ketintang memiliki kedalaman sumur sekitar 120 meter. Fasilitas ini dilengkapi dengan rumah pompa dan jaringan pipa sepanjang 700 meter serta delapan unit box pembagi air. Sistem ini diproyeksikan mampu melayani 20 hektare lahan pertanian secara stabil sepanjang tahun.

Selain jaringan irigasi, Kementerian PU tengah mempertimbangkan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, seperti jalan usaha tani, untuk memperlancar distribusi hasil panen.

Perluasan pembangunan JIAT di berbagai wilayah menjadi strategi nasional Kementerian PU dalam menghadapi potensi kekeringan dan menjaga stabilitas produksi pangan. (Antara)

Baca Juga: Poppy Sovia dan Lolox Bintangi Film 'Tiba-Tiba Setan', Padukan Horor dan Komedi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB