Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat dan Mandiri Energi

Mentan Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi komoditas seperti kelapa dan sawit adalah kunci Indonesia menjadi negara kuat dan mandiri energi. Simak selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:00 WIB
Arsip foto - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Arsip foto - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi sektor pertanian merupakan kunci utama bagi Indonesia untuk menjadi negara kuat. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi dan menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global.

Amran menekankan bahwa Indonesia harus berani menghentikan ekspor bahan mentah dan mulai fokus pada proses pengolahan di dalam negeri agar nilai tambah komoditas dapat dinikmati sepenuhnya oleh rakyat.

"Hilirisasi adalah kunci utama. Kita tidak boleh lagi mengirim bahan mentah ke luar negeri. Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu," ujar Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/3).

Ia mencontohkan komoditas kelapa yang mana Indonesia merupakan produsen nomor satu dunia. Jika kelapa diolah menjadi virgin coconut oil, santan, hingga air kelapa kemasan, nilainya bisa melonjak puluhan hingga ratusan kali lipat.

"Air kelapa saja sekarang dijual mahal di luar negeri karena kemasannya bagus, padahal bahan bakunya dari kita," tuturnya.

Selain kelapa, Mentan menyoroti komoditas gambir yang 80 persen pasokannya dikuasai Indonesia, serta kelapa sawit (CPO) yang menguasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Jika CPO diolah menjadi produk turunan seperti margarin dan kosmetik, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia.

Kerja keras pemerintah dalam menekan impor beras hingga 7 juta ton (setara Rp100 triliun) diklaim telah berdampak pada penurunan harga pangan global. Harga beras dunia yang sempat menyentuh 660 dolar AS per ton, kini turun menjadi 340 dolar AS per ton atau merosot sekitar 44 persen.

Keberhasilan ini membuahkan penghargaan ketahanan pangan dari FAO selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Hal ini pun memicu minat negara-negara seperti Jepang, Kanada, Chile, dan Belarus untuk belajar dari sistem pangan Indonesia.

Mentan memastikan pemerintah akan terus melanjutkan program swasembada pangan dan energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, meski tantangan dari pihak yang tidak senang dengan kemandirian Indonesia tetap ada.

"Negara bisa runtuh kalau krisis pangan. Makanya Presiden sangat visioner dengan mendorong swasembada pangan dan energi dari awal. Kita akan jadikan Indonesia besar melalui sektor ini," pungkas Amran. (Antara)

Baca Juga: KPK Larang Penggunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik 2026: Itu Benturan Kepentingan!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Indonesia dan Jepang sepakati kerja sama konservasi komodo melalui program breeding loan di Shizuoka. Simak ambisi Diplo...

news | 15:00 WIB

Presiden Prabowo menginstruksikan penyelenggaraan Pasar Murah Untuk Rakyat di Monas, Sabtu (28/3) sore. Tersedia 100 rib...

news | 14:57 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menjamin stok pangan nasional aman dari dampak perang Timur Tengah. Simak penjelasan Zulhas ...

news | 13:45 WIB

KPK ingatkan ASN dan kepala daerah dilarang gunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran 2026. Simak aturan dan risiko ko...

news | 12:30 WIB

Menag Nasaruddin Umar mendukung penuh PP Tunas yang membatasi medsos bagi anak bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026. Simak...

news | 11:30 WIB

Kanwil Kemenag Sumbar mulai mendistribusikan koper jemaah haji kloter 1 Kota Padang lebih awal. Simak perubahan warna ko...

news | 10:45 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid tegas bakal sanksi platform digital yang langgar PP Tunas per 28 Maret 2026. Meta dan YouTube di...

news | 08:15 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puji atmosfer SUGBK usai debut manis menang 4-0 atas St Kitts and Nevis. Simak eva...

news | 07:00 WIB

KJRI Jeddah memastikan 24 jemaah umrah WNI selamat dalam insiden bus terbakar di jalur Mekkah-Madinah. Simak kronologi d...

news | 06:00 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana jelaskan mekanisme Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyesuaikan hari sekolah. Simak penjelasa...

news | 14:35 WIB