Adopsi Model Danantara, Dedi Mulyadi Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan gabungkan puluhan BUMD menjadi satu holding mulai pekan depan. Langkah ini demi hapus BUMD hantu dan titipan tim sukses.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan usai diskusi mengenai Danantara di Bandung, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan usai diskusi mengenai Danantara di Bandung, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Matamata.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan langkah radikal untuk merombak total struktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat.

Mulai pekan depan, pemerintah provinsi akan menyatukan puluhan BUMD ke dalam satu sistem super holding guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Langkah ini diambil untuk menghentikan praktik "BUMD hantu" yang hanya memiliki nama tanpa aktivitas, sekaligus memutus tradisi penempatan tim sukses gubernur dalam jajaran manajemen perusahaan daerah.

"Minggu depan sudah ada MoU. Seluruh BUMD di Jawa Barat akan digabungkan menjadi satu, di luar Bank BJB. Jadi nanti hanya ada dua: BJB dan satu BUMD holding. Tidak berantakan seperti sekarang," ujar Dedi Mulyadi dalam diskusi terkait Danantara di Bandung, Kamis (22/1).

Menyelamatkan Aset Rp4 Triliun Dedi menegaskan bahwa konsolidasi ini mengadopsi sistem Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang diterapkan di tingkat nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai penggabungan adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aset strategis daerah senilai Rp4 triliun yang selama ini minim kontribusi bagi kas daerah.

Dalam keterangannya, Gubernur membedah praktik inefisiensi yang ditemukan, salah satunya skema sewa mobil listrik oleh BUMD kepada Pemprov Jabar senilai Rp350 juta per unit per tahun atau total Rp11 miliar lebih.

"Saya coret sekarang, karena itu bodohnya luar biasa. Pendapatan itu malah dibuatkan anak perusahaan baru untuk kamuflase agar uangnya lari. Saya lebih baik dipimpin oleh orang bodoh tapi mengerti, daripada orang pintar tapi tolol," sindir Dedi.

Haramkan Tim Sukses Jadi Direksi Poin krusial dalam perombakan ini adalah komitmen Gubernur untuk menjauhkan BUMD dari intervensi politik.

Dedi menegaskan tidak akan menjadikan jabatan direksi atau komisaris sebagai tempat penampungan tim suksesnya.

Baca Juga: Tangkis Pernyataan Trump, China Beberkan Data Dominasi Energi Angin Dunia

"Gubernur biasanya pusing menempatkan tim sukses di BUMD. Nanti ganti gubernur, ganti semua. Finansial itu harus netral dari intervensi politik. Dan itu saya lakukan di Jawa Barat, saya tidak mau ada titipan tim sukses," tegasnya.

Melalui super holding ini, Pemprov Jabar menargetkan pengelolaan aset yang lebih terarah dan transparan.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong hilirisasi ekonomi daerah serta memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK panggil mantan Menpora Dito Ariotedjo terkait kasus korupsi kuota haji yang menyeret Yaqut Cholil Qoumas. Kerugian n...

news | 11:15 WIB

Di WEF Davos 2026, Presiden Prabowo ungkap strategi sikat 'greed economy' (ekonomi serakah) dan pamerkan Danantara sebag...

news | 10:15 WIB

Wamentrans Viva Yoga mendorong Desa Telang Rejo di Banyuasin menjadi lumbung pangan nasional utama. Simak strategi pemer...

news | 09:00 WIB

Pemerintah China bantah klaim Trump soal ladang angin. Dengan kapasitas 600 juta kilowatt dan ladang angin Gansu yang ma...

news | 08:13 WIB

Di forum WEF Davos 2026, Presiden Prabowo umumkan rencana besar membangun hingga 5.000 desa nelayan modern dan 83.000 ko...

news | 07:00 WIB

Presiden Prabowo memperkenalkan Danantara di WEF Davos 2026. Dengan aset US$ 1 triliun, Danantara diproyeksikan merasion...

news | 06:00 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan kajian mendalam terkait pencabutan izin proyek Pembangk...

news | 18:58 WIB

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Swiss untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 membawa harapan besar b...

news | 18:44 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan konsep "Prabowonomics" yang akan dipaparkan Presiden Pra...

news | 17:15 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, M...

news | 16:15 WIB