Tangkis Pernyataan Trump, China Beberkan Data Dominasi Energi Angin Dunia

Pemerintah China bantah klaim Trump soal ladang angin. Dengan kapasitas 600 juta kilowatt dan ladang angin Gansu yang masif, China tegaskan dominasi energi hijau dunia.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 23 Januari 2026 | 08:13 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Matamata.com - Pemerintah China secara resmi membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim tidak menemukan ladang angin sebagai sumber energi terbarukan di Tiongkok.

Beijing membalas klaim tersebut dengan menyodorkan data pertumbuhan energi hijau mereka yang kini memimpin secara global.

"Kapasitas terpasang tenaga angin China telah menempati peringkat pertama di dunia selama 15 tahun berturut-turut," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (22/1).

Jiakin menambahkan bahwa China telah membangun sistem energi terbarukan terbesar di dunia. Hingga akhir November 2025, kapasitas terpasang tenaga angin China dilaporkan telah melampaui 600 juta kilowatt.

"Selama lima tahun terakhir, ekspor produk tenaga angin dan panel surya China telah membantu mengurangi sekitar 4,1 miliar ton emisi karbon secara global," ungkapnya.

Melampaui Amerika Serikat Data dari Our World in Data memperkuat posisi Beijing. Pada 2024, China memproduksi 997 terawatt-jam energi angin, jumlah yang mencapai lebih dari dua kali lipat produksi Amerika Serikat yang berada di urutan kedua.

Lembaga Ember Energy juga mencatat bahwa pembangkit listrik tenaga angin China menyumbang 40 persen dari total pembangkitan listrik tenaga angin global.

Pada April 2025, kombinasi tenaga angin dan surya di China bahkan menyumbang 26 persen dari total pasokan listrik nasional, memecahkan rekor bulan-bulan sebelumnya.

Terlihat dari Luar Angkasa Salah satu bukti nyata dominasi China adalah Pembangkit Listrik Tenaga Angin Gansu. Terletak di wilayah gurun yang luas di Gansu Barat, ladang angin ini merupakan yang terbesar di dunia dan diklaim dapat terlihat dari luar angkasa.

Proyek yang dimulai sejak 2009 ini kini memiliki lebih dari 7.000 turbin. Setelah rampung sepenuhnya, kompleks ini diproyeksikan memiliki kapasitas terpasang sebesar 20 GW, jumlah yang cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 15 juta rumah tangga.

Baca Juga: Pidato di WEF Davos, Prabowo Ungkap Rencana Bangun Ribuan Desa Nelayan Modern

Menurut laporan Global Energy Monitor, saat ini China tengah membangun proyek tenaga surya sebesar 180 gigawatt dan tenaga angin sebesar 159 gigawatt.

Angka ini mencakup hampir dua pertiga dari kapasitas energi terbarukan yang sedang dibangun di seluruh dunia, mengukuhkan posisi Negeri Tirai Bambu sebagai pemimpin transisi energi hijau global. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit ke Satgas Pangan Polri karena sengaja menahan harga TB...

news | 12:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan aturan skema bagi hasil sektor pertambangan minerba tidak akan berubah selamany...

news | 12:15 WIB

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan penanaman integritas sejak dini adalah kunci pencegahan korupsi PPDB, di...

news | 11:45 WIB

Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak analisis pemicunya mulai dari ...

news | 10:30 WIB

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan eks Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba t...

news | 10:30 WIB