Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi instruksikan audit proyek 2025. Sisa pembayaran Rp621 miliar hanya akan dilunasi penuh bagi proyek berkualitas baik.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 09:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan dalam sebuah rapat. (ANTARA/HO Pemprov Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan dalam sebuah rapat. (ANTARA/HO Pemprov Jabar)

Matamata.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan audit ketat terhadap seluruh proyek pembangunan tahun anggaran 2025. Ia menegaskan tidak akan melunasi pembayaran secara penuh kepada kontraktor yang menghasilkan pekerjaan dengan kualitas rendah atau tidak sesuai spesifikasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini telah menyiapkan sisa pembayaran sebesar Rp621 miliar. Namun, Dedi memastikan pencairan dana tersebut bergantung sepenuhnya pada hasil evaluasi dan klasifikasi kualitas di lapangan.

"Pembayaran Rp621 miliar tersebut dilakukan setelah audit. Dari sana akan diketahui apakah kualitas pekerjaan masuk kategori sangat baik, baik, atau justru kurang baik," ujar Dedi dalam keterangannya di Bandung, Minggu (11/1).

Mantan Bupati Purwakarta ini menekankan bahwa setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan. "Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya," tegasnya.

Sumber Dana dan Pengawasan Publik Dedi menjelaskan bahwa dana pelunasan sisa proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta setoran harian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Ia pun mengapresiasi masyarakat Jawa Barat yang tetap patuh membayar pajak, sehingga kapasitas fiskal daerah tetap terjaga.

Guna memastikan objektivitas hasil audit, Gubernur juga mengajak warga untuk melakukan pengawasan partisipatif. Masyarakat dipersilakan melaporkan kualitas proyek pembangunan di wilayah masing-masing melalui media sosial.

"Silakan sampaikan kritik dan saran di media sosial. Dengan begitu, Pemprov Jabar dapat melakukan kontrol langsung untuk menjamin hasil pembangunan yang prima bagi masyarakat," ucap Dedi.

Penjelasan Mengenai Tunda Bayar Terkait kondisi keuangan daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengakui sempat terjadi tunda bayar pada akhir tahun anggaran 2025. Hal ini dipicu oleh target pendapatan daerah yang dipasang sangat agresif (progresif) sementara belanja publik digenjot maksimal.

"Target pendapatan kita pasang di atas rata-rata sehingga tidak tercapai sepenuhnya, namun dari sisi belanja memang sangat luar biasa. Pak Gubernur mengarahkan agar sisa pembayaran ini diselesaikan dengan tetap mengedepankan kualitas hasil kerja," jelas Herman.

Sebelumnya, tercatat saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Jawa Barat sempat menyisakan hanya Rp500.000 pada akhir tahun, yang mengakibatkan kewajiban pembayaran senilai Rp621 miliar kepada pihak ketiga harus digeser ke awal tahun 2026. (Antara)

Baca Juga: Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB

KPK menyita 33 kendaraan hingga uang asing dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah terkait suap KI...

news | 19:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap serap 3 juta tenaga kerja dan menjadi motor...

news | 19:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan keras kepada 1.773 ASN Komcad di Lanud Halim. Menhan ingatkan ancaman '...

news | 14:56 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Komisi II siap membahas revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Dasco ingatkan...

news | 13:49 WIB

KPK menggelar OTT di Imigrasi Jakarta Barat dan menangkap belasan orang, termasuk Kakanim Ronald Arman Abdullah. Tim KPK...

news | 12:28 WIB

Polda Aceh mengeluarkan imbauan keras menjelang Piala Dunia 2026. Kapolda Aceh menegaskan larangan judi bola, konvoi di ...

news | 11:08 WIB