Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini

Perum Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor tahun 2026. Stok nasional melimpah hingga 12,5 juta ton, pastikan kebutuhan dalam negeri tetap aman.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 08:15 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media usai di sela memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Harianto

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media usai di sela memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Indonesia untuk mulai mengekspor beras pada tahun ini. Sebanyak 1 juta ton beras kualitas premium telah disiapkan menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kami menyiapkan stok 1 juta ton beras kualitas premium untuk ekspor nanti," ujar Rizal di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bulog di Jakarta, Minggu (11/1).

Rencana ekspor ini menjadi agenda utama dalam rapat internal Bulog guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh. Meski membuka keran ekspor, Rizal menjamin kebijakan ini tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Saat ini, stok yang dikelola Bulog mencapai 3,25 juta ton.

"Kebijakan ekspor tetap diselaraskan dengan komitmen menjaga kebutuhan dalam negeri agar tetap terpenuhi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keberlanjutan swasembada pangan," tambahnya.

Lonjakan Stok Nasional Kesiapan ekspor ini didukung oleh data Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menunjukkan stok beras awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 203 persen dibandingkan stok awal tahun 2024 yang hanya sebesar 4,134 juta ton.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, merinci bahwa stok 12,5 juta ton tersebut mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog serta stok yang tersebar di penggilingan, pedagang, hingga rumah tangga.

Dengan asumsi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 2,591 juta ton per bulan, maka cadangan yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia hingga lima bulan ke depan, bahkan sebelum menghitung hasil panen sepanjang tahun 2026.

Tonggak Sejarah Baru Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ekspor beras tahun ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Stabilnya pasokan nasional dan peningkatan produksi petani menjadi kunci utama keberhasilan ini.

"Izin Bapak Presiden sudah jelas. Jika serapan Bulog dipastikan aman dalam tiga bulan ke depan, ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini," tegas Amran saat acara Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1) lalu.

Melalui langkah ini, Bulog berharap Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga di dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara swasembada yang konsisten memasok pangan ke pasar internasional. (Antara)

Baca Juga: Justin Hubner Cetak Gol Debut, Selamatkan Fortuna Sittard dari Kekalahan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB

KPK menyita 33 kendaraan hingga uang asing dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah terkait suap KI...

news | 19:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap serap 3 juta tenaga kerja dan menjadi motor...

news | 19:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan keras kepada 1.773 ASN Komcad di Lanud Halim. Menhan ingatkan ancaman '...

news | 14:56 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Komisi II siap membahas revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Dasco ingatkan...

news | 13:49 WIB

KPK menggelar OTT di Imigrasi Jakarta Barat dan menangkap belasan orang, termasuk Kakanim Ronald Arman Abdullah. Tim KPK...

news | 12:28 WIB