Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini

Perum Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor tahun 2026. Stok nasional melimpah hingga 12,5 juta ton, pastikan kebutuhan dalam negeri tetap aman.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 08:15 WIB
Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini

Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini

matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Indonesia untuk mulai mengekspor beras pada tahun ini. Sebanyak 1 juta ton beras kualitas premium telah disiapkan menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kami menyiapkan stok 1 juta ton beras kualitas premium untuk ekspor nanti," ujar Rizal di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bulog di Jakarta, Minggu (11/1).

Rencana ekspor ini menjadi agenda utama dalam rapat internal Bulog guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh. Meski membuka keran ekspor, Rizal menjamin kebijakan ini tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Saat ini, stok yang dikelola Bulog mencapai 3,25 juta ton.

"Kebijakan ekspor tetap diselaraskan dengan komitmen menjaga kebutuhan dalam negeri agar tetap terpenuhi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keberlanjutan swasembada pangan," tambahnya.

Lonjakan Stok Nasional Kesiapan ekspor ini didukung oleh data Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menunjukkan stok beras awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 203 persen dibandingkan stok awal tahun 2024 yang hanya sebesar 4,134 juta ton.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, merinci bahwa stok 12,5 juta ton tersebut mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog serta stok yang tersebar di penggilingan, pedagang, hingga rumah tangga.

Dengan asumsi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 2,591 juta ton per bulan, maka cadangan yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia hingga lima bulan ke depan, bahkan sebelum menghitung hasil panen sepanjang tahun 2026.

Tonggak Sejarah Baru Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ekspor beras tahun ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Stabilnya pasokan nasional dan peningkatan produksi petani menjadi kunci utama keberhasilan ini.

"Izin Bapak Presiden sudah jelas. Jika serapan Bulog dipastikan aman dalam tiga bulan ke depan, ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini," tegas Amran saat acara Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1) lalu.

Melalui langkah ini, Bulog berharap Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga di dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara swasembada yang konsisten memasok pangan ke pasar internasional. (Antara)

Baca Juga: Justin Hubner Cetak Gol Debut, Selamatkan Fortuna Sittard dari Kekalahan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming meninjau proyek PSEL Keramasan di Palembang. Pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi list...

news | 11:39 WIB

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak m...

news | 11:36 WIB

Kemenlu China tegaskan hubungan bilateral dan iklim investasi dengan Indonesia tetap kokoh, merespons spekulasi viral te...

news | 11:32 WIB

Kemnaker resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Tahap 1 bagi fresh graduate. Cek informasi pendaftaran d...

news | 07:15 WIB

KPK mengisyaratkan menolak laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Am...

news | 06:00 WIB