Huntap Korban Bencana di Tapanuli Tengah Mulai Dibangun, Mendagri Tekankan Gotong Royong

Pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Elara | MataMata.com
Senin, 22 Desember 2025 | 06:00 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (topi biru) hadiri pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). (ANTARA/HO-Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (topi biru) hadiri pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). (ANTARA/HO-Kemendagri)

Matamata.com - Pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pembangunan tersebut ditandai dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Pembangunan huntap ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan secara kolaboratif melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur masyarakat, serta pihak nonpemerintah.

“Sejak awal, baik daerah maupun pusat dan semua elemen masyarakat, baik yang di Tapanuli Tengah, kemudian yang di provinsi maupun dari pusat semua, TNI dengan Polri, semua bergerak untuk bekerja membantu dan menyelesaikan masalah ini,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/12/2025). 

Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri usai menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan huntap yang berlangsung di Asrama Haji Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Menurut Tito, langkah bersama tersebut diarahkan untuk menangani berbagai dampak bencana, mulai dari korban luka dan korban jiwa hingga kerusakan rumah warga dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat atau hilang.

Pemerintah pun telah melakukan pendataan sebagai dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

Rumah warga dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang akan mendapatkan bantuan pembiayaan perbaikan. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan berat atau hilang ditangani melalui penyediaan permukiman sementara, hunian sementara (huntara), hingga hunian permanen berupa huntap.

Groundbreaking huntap di Tapanuli Tengah ini juga merupakan bagian dari dukungan pihak nonpemerintah yang difasilitasi oleh Kementerian PKP.

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 2.600 unit hunian yang tersebar di tiga provinsi, yakni 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumatera Utara, dan 600 unit di Sumatera Barat.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Keamanan Nataru di Stasiun Tawang Semarang

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyebut Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai salah satu wilayah dengan dampak bencana yang cukup luas dan serius.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan masif, baik melalui dukungan anggaran pemerintah maupun partisipasi aktif masyarakat.

“Ini hanyalah satu langkah untuk kita menuju langkah ke depan yang lebih banyak dan lebih masif lagi. Jadi, semoga ini bisa membantu Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang terdampak dan kita semua bersama-sama bergotong royong, semua bersemangat,” tuturnya.

Melalui pembangunan hunian tetap tersebut, pemerintah berharap masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang lebih layak dengan dukungan tempat tinggal yang aman dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, kegiatan groundbreaking ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, serta masyarakat penerima manfaat huntap. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah tidak akan melonggarkan kebijakan...

news | 15:30 WIB

Mendag Budi Santoso mengimbau produsen memperbanyak 'second brand' minyak goreng guna mengurangi ketergantungan pada Min...

news | 14:32 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menega...

news | 14:30 WIB

Menag Nasaruddin Umar pastikan rehabilitasi 650 madrasah di Sumatera rampung. Kemenag kucurkan dana ratusan miliar untuk...

news | 11:15 WIB

Pemerintah Jepang kucurkan dana Rp1,08 triliun untuk proyek konservasi pantai Bali Fase II hingga 2028. Meliputi Kuta, S...

news | 11:00 WIB

Danantara resmi ambil alih proyek PLTSa Samarinda sesuai regulasi 2026. Kerja sama dengan investor Korea Selatan otomati...

news | 10:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon tegaskan MTN Seni Budaya adalah fondasi Indonesia Emas 2045. Simak upaya pemerintah sejahte...

news | 09:15 WIB

Pandji Pragiwaksono jalani ritual sanksi adat Masosorang Rengnge di Tana Toraja terkait materi Rambu Solo. Simak proses ...

news | 08:15 WIB

Pelatih Persib Bojan Hodak buka suara usai timnya kalah 0-3 dari Ratchaburi di ACL II. Simak evaluasi lini tengah dan pe...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR Hendry Munief soroti tren warga Singapura belanja ke Batam akibat pelemahan ekonomi. Simak peluang dan risik...

news | 06:00 WIB