Jet tempur F-16 TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematanag Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231. (ANTARA/HO-Hutama Karya)
Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya membangun infrastruktur yang memiliki fungsi ganda (multi-purpose).
Hal ini merespons keberhasilan uji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur F-16 TNI AU di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terpeka, Kamis (12/2).
"Saya sering mengatakan bahwa infrastruktur itu harus memiliki multifungsi. Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pembangunan akan jauh lebih baik jika memiliki berbagai peran," ujar AHY di Jakarta.
AHY mencontohkan, bendungan tidak boleh hanya berfungsi sebagai penyedia air baku atau pengendali banjir, tetapi juga harus dioptimalkan untuk energi terbarukan, olahraga, hingga pariwisata. Begitu pula dengan jalan tol.
"Selain untuk transportasi manusia dan logistik, jalan tol yang kuat, lebar, dan aman bisa digunakan sebagai landasan pesawat (runway). Ini sangat krusial untuk kebutuhan darurat (emergency) maupun insidentil," jelasnya.
Menurut AHY, sebagai negara kepulauan yang luas, Indonesia membutuhkan postur pertahanan (defense posture) yang mampu menjangkau berbagai wilayah dengan cepat. Optimalisasi jalan tol sebagai landasan udara darurat dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara serta mendukung mobilisasi saat terjadi bencana alam.
"Jika jalan dan jembatan kita cukup andal untuk didarati pesawat tempur, itu akan memperkuat jangkauan pertahanan kita ke seluruh pelosok tanah air," tambah Menko IPK.
Sejarah Baru di Tol Terpeka Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa keberhasilan uji coba di JTTS Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) membuktikan nilai strategis jalan tol di luar fungsi konektivitas darat.
Uji coba bersejarah ini melibatkan dua jenis pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, yang mendarat di KM 228-KM 231 JTTS wilayah Lampung.
Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian uji coba pendaratan dan lepas landas berjalan sukses dan aman. Ini merupakan pertama kalinya jalan tol di Indonesia secara resmi digunakan sebagai landasan pacu pesawat tempur dalam sebuah latihan teknis. (Antara)