Kementan Minta Publik Kawal Penyaluran 1.200 Ton Beras untuk Korban Bencana di Sumatera

Kementerian Pertanian (Kementan) menyerukan keterlibatan publik untuk memastikan distribusi bantuan beras sebesar 1.200 ton bagi korban bencana di wilayah Sumatera berjalan transparan dan tepat sasaran.

Elara | MataMata.com
Selasa, 09 Desember 2025 | 10:00 WIB
Arsip - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (kanan) menyaksikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kanan baris belakang) dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu (tengah), menyerahkan bantuan pangan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Tapabuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025). ANTARA/Harianto

Arsip - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (kanan) menyaksikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kanan baris belakang) dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu (tengah), menyerahkan bantuan pangan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Tapabuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyerukan keterlibatan publik untuk memastikan distribusi bantuan beras sebesar 1.200 ton bagi korban bencana di wilayah Sumatera berjalan transparan dan tepat sasaran.

"Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan 1.200 ton bantuan beras senilai Rp16 miliar untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Arief juga menyampaikan bahwa secara total pemerintah menargetkan penyaluran hingga 10.000 ton beras. Karena itu, ia menegaskan perlunya pengawasan masyarakat untuk mencegah potensi penyimpangan dalam proses distribusi.

Menurut Arief, pengawasan publik menjadi elemen penting di tengah tantangan penyaluran bantuan di lapangan. Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan dugaan penyelewengan dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi publik selama ini.

“Dalam situasi seperti ini, concern utama kami adalah memastikan semua bentuk bantuan bisa disalurkan dengan cepat dan tepat. Dan kami berterima kasih publik terus mengawasi proses penyaluran. Kami meminta publik untuk tidak segan untuk melaporkan bila ditemukan penyimpangan,” katanya.

Ia menyebut pemerintah terus mengoptimalkan berbagai strategi agar bantuan, termasuk beras, dapat segera diterima masyarakat terdampak.

“Penyaluran bantuan menghadapi berbagai kendala yang tidak mudah. Untuk itu, kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat untuk memastikan masyarakat terdampak bisa secepatnya mendapatkan bantuan,” tambahnya.

Bantuan dikirim melalui jalur darat, udara, dan laut, termasuk menggunakan pesawat Hercules serta Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan dukungan penuh dari TNI. Mekanisme pengiriman dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan daerah terdampak.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa pola distribusi juga menyesuaikan kondisi di lapangan. Di sejumlah wilayah yang aksesnya terputus, penyaluran dilakukan menggunakan moda alternatif, seperti bentor atau perahu kecil.

“Percepatan penyaluran bantuan beras terus dilakukan, termasuk agar masyarakat di wilayah yang aksesnya terputus tetap segera mendapatkan pangan yang mereka butuhkan,” tuturnya. (Antara)

Baca Juga: Kasus Chromebook di Kemendikbudristek: Kejagung Sebut Negara Rugi Lebih dari Rp2,1 Triliun

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas di Hambalang untuk memperkuat peran Perminas dalam hilirisasi mineral dan memas...

news | 07:00 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di Kot...

news | 06:15 WIB

Anggota DPR Elpisina desak reformasi total tata kelola sampah menyusul tragedi longsor Bantargebang yang tewaskan 4 oran...

news | 14:51 WIB

Muhammad Kerry Riza, anak Riza Chalid, ajukan banding atas vonis 15 tahun penjara dan uang pengganti Rp2,9 triliun dalam...

news | 14:30 WIB

BRIN peringatkan potensi pohon tumbang di musim hujan. Peneliti dorong Pemda terapkan ilmu aborikultur untuk audit keseh...

news | 13:15 WIB

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman ungkap pesan Presiden Prabowo untuk cegah kekeliruan peradilan. Simak penjelasan impl...

news | 12:15 WIB

Bahlil Lahadalia tegaskan peran pesantren dalam nasionalisme dan dorong pemerintah berikan akses khusus beasiswa LPDP se...

news | 11:15 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas optimistis menang praperadilan lawan KPK. Putusan kasus dugaan korupsi kuota haji Rp622...

news | 10:45 WIB

Pandji Pragiwaksono jalani pemeriksaan kedua di Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan suku Toraja. Pandji berharap k...

news | 09:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian resmi melarang kepala daerah bepergian ke luar negeri pada 14-28 Maret 2026. Simak aturan lengka...

news | 08:15 WIB