Mensesneg: Satgas Pemulihan Bencana Tak Punya Batas Waktu, Huntara Dikebut Sebelum Lebaran

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan Satgas Pemulihan Bencana Sumatera bekerja tanpa batas waktu. Pemerintah targetkan huntara rampung sebelum Lebaran.

Elara | MataMata.com
Rabu, 18 Februari 2026 | 19:22 WIB
Mensesneg: Satgas Pemulihan Bencana Tak Punya Batas Waktu, Huntara Dikebut Sebelum Lebaran

Mensesneg: Satgas Pemulihan Bencana Tak Punya Batas Waktu, Huntara Dikebut Sebelum Lebaran

matamata.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana akan terus bekerja tanpa batasan waktu hingga kondisi sepenuhnya pulih.

"Tenggat itu tidak ada ya. Kita diminta kerja secepat-cepatnya," ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).

Berdasarkan data terbaru, urgensi penanganan ini sangat tinggi mengingat sekitar 15.000 warga di Aceh dan 850 warga di Sumatera Utara masih bertahan di tenda pengungsian. Pemerintah kini memacu pembangunan hunian sementara (huntara) dengan target rampung sebelum Idulfitri, agar pengungsi dapat beribadah di tempat tinggal yang lebih layak.

Meski demikian, Prasetyo mengakui adanya keterlambatan dari proyeksi awal yang seharusnya selesai sebelum Ramadan. Ia mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan bukan sekadar masalah logistik, melainkan kerumitan dalam proses pendataan dan pendekatan kepada masyarakat.

"Masalah pendataan menjadi problem tersendiri. Teknis di lapangannya adalah warga ditanya satu per satu, apakah mereka berkenan dibangunkan huntara atau tidak," jelasnya.

Proses ini, lanjut Prasetyo, membutuhkan pendekatan individual yang mendalam. Pemerintah perlu memastikan kesediaan warga terkait rencana relokasi maupun pembangunan hunian tetap (huntap), baik di lokasi lama maupun lokasi baru yang lebih aman.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Mensesneg menekankan pentingnya komitmen koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan penuh dari DPR RI.

"Kendala lapangannya bermacam-macam. Justru di situlah kita butuh saling berkoordinasi untuk mempercepat proses tersebut," pungkas Prasetyo. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK tengah mendalami jumlah nominal uang dalam amplop yang diduga diberikan Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Amby kep...

news | 15:45 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Mobil Klinik Hewan Keliling di Jaktim. Simak daftar lengkap tarif, jenis lay...

news | 15:37 WIB

Jampidsus Kejagung sebut kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN memasuki tahap pemberkasan. Juml...

news | 15:26 WIB

Istana Kepresidenan menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Kortastipidkor Polri yang mengusut kasus dugaan korupsi d...

news | 09:37 WIB

Mensos Gus Ipul memastikan mahasiswa penerima KIP Kuliah yang terdampak perubahan desil DTSEN tetap bisa memutakhirkan d...

news | 09:33 WIB