BGN Lebak Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadhan

BGN Kabupaten Lebak memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap jalan selama Ramadhan 1447 H dengan penyesuaian menu makanan kering bagi siswa.

Elara | MataMata.com
Rabu, 18 Februari 2026 | 06:00 WIB
Sejumlah siswi SMA di Kabupaten Lebak, Banten mengonsumsi program MBG digulirkan BGN. ANTARA/HO-Disdik Lebak

Sejumlah siswi SMA di Kabupaten Lebak, Banten mengonsumsi program MBG digulirkan BGN. ANTARA/HO-Disdik Lebak

Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadhan 1447 Hijriah. Kendati demikian, terdapat penyesuaian jenis menu guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga waktu berbuka.

Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, menjelaskan bahwa skema pembagian menu MBG selama bulan puasa akan berbeda dari hari biasa. Jika biasanya siswa menerima makanan basah siap konsumsi, selama Ramadhan menu akan diganti menjadi paket makanan kering.

"Selama Ramadhan, kami membagikan makanan kering yang tahan lama hingga waktu berbuka, seperti roti, abon, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Ini berbeda dengan hari normal yang menggunakan menu makanan basah," ujar Asep di Lebak, Selasa (17/2/2026).

Asep memaparkan, distribusi MBG dijadwalkan mulai berjalan pada 23 Februari 2026. Sasaran penerima manfaat meliputi siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Namun, khusus untuk ibu menyusui, ibu hamil, dan balita, BGN tetap akan memberikan menu berupa makanan basah.

Ia berharap program ini tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat meski di tengah ibadah puasa. Asep juga menginstruksikan kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tetap menjaga standar kualitas gizi pada paket makanan kering tersebut.

"Kami minta pengelola SPPG memastikan makanan kering yang dibagikan memiliki kualitas gizi yang baik," tegasnya.

Berdasarkan data hingga Minggu (8/2), pelaksanaan program MBG di Kabupaten Lebak didukung oleh 102 SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 255.000 orang. Program ini juga berdampak signifikan pada sektor ekonomi lokal dengan menyerap 5.305 tenaga kerja, atau rata-rata 52 orang di setiap SPPG.

"Kami mengapresiasi sejauh ini pelaksanaan MBG di Lebak berjalan baik dan tidak ditemukan kasus keracunan makanan. Program ini terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja baru," tutup Asep. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB