Titiek Soeharto: Pro-Kontra Gelar Pahlawan untuk Soeharto Hal Wajar di Negara Demokrasi

Putri Presiden ke-2 Republik Indonesia, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menilai perdebatan publik mengenai penetapan ayahnya, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 13 November 2025 | 13:21 WIB
Putri Presiden ke-2 Indonesia, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai memimpin rombongan Komisi IV DPR RI rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu (12/11/2025). ANTARA/Nur Imansyah.

Putri Presiden ke-2 Indonesia, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai memimpin rombongan Komisi IV DPR RI rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu (12/11/2025). ANTARA/Nur Imansyah.

Matamata.com - Putri Presiden ke-2 Republik Indonesia, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menilai perdebatan publik mengenai penetapan ayahnya, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

“Pro kontra boleh-boleh saja, nggak apa-apa ini negara demokrasi,” ujar Titiek saat memimpin kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/11).

Titiek menilai, meski terdapat perbedaan pandangan, sebagian besar masyarakat tetap menginginkan Soeharto mendapat pengakuan atas jasanya bagi bangsa.

“Saya rasa itu sudah jelas terang benderang, nggak usah kita lanjutkan lagi,” tambahnya didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Ia juga menyoroti jejak pembangunan yang ditinggalkan Soeharto di NTB, khususnya dalam sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan NTB mengembangkan padi gogo dan mengubah lahan kering menjadi kawasan produktif tak lepas dari program pembangunan era ayahnya.

“Bendungan paling banyak dibangun di NTB, dari daerah kering jadi daerah subur. Jadi lumbung padi, pabrik dan sebagainya. Pokoknya yang jelas daerah kering jadi lumbung padi itu berkat pertanian dan bendungan-bendungan yang ada, saluran-saluran irigasi dirasakan oleh semua masyarakat NTB,” terangnya.

Titiek juga menepis tudingan bahwa penetapan gelar pahlawan untuk Soeharto dipengaruhi keluarga Cendana. Ia menegaskan, apa pun keputusan pemerintah, keluarganya tetap menganggap sang ayah sebagai pahlawan.

“Buat kami, diberi gelar atau tidak, bapak adalah pahlawan buat kami (keluarga),” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara. Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 yang ditetapkan di Jakarta, 6 November 2025.

Adapun sepuluh tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini adalah:

Baca Juga: Petani di Ambon Panen Perdana Cabai dengan Sistem Pertanian Digital

K.H. Abdurrachman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto – Jawa Tengah
Marsinah – Jawa Timur
Mochtar Kusumaatmaja – Jawa Barat
Hj. Rahma El Yunusiyyah – Sumatera Barat
Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
Zainal Abidin Syah – Maluku Utara

(Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

BPI Danantara berkolaborasi dengan KPK untuk mengintegrasikan sistem pelaporan pelanggaran (WBS) di seluruh BUMN demi me...

news | 19:05 WIB

Menpora menegaskan kompetisi IBL 2026 yang semakin kompetitif dan melahirkan Bogor Hornbills sebagai juara baru menjadi ...

news | 18:27 WIB

Desainer Gen Z Fajar Novario memenangkan sayembara logo HUT Ke-81 RI pilihan masyarakat dan meraih Rp100 juta. Presiden ...

news | 16:41 WIB

Istana resmi merilis logo HUT Ke-81 RI karya desainer asal Padang. Simak makna filosofisnya dan cek daftar pemenang hadi...

news | 16:16 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penurunan bunga PNM Mekaar jadi 8 persen berlaku untuk semua nasabah. S...

news | 15:55 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan perluasan kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Simak jadwal pendaf...

news | 14:49 WIB

Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal RI per Mei 2026 aman dan terjaga dengan defisit APBN terkendali di angka 0...

news | 14:35 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU demi menjaga daya saing ...

news | 14:28 WIB

Roy Suryo membeberkan dugaan pelanggaran privasi dan prosedur oleh penyidik Polda Metro Jaya saat penangkapan dirinya, d...

news | 12:33 WIB

Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah dan beras petani sepanjang tahun 2026. Hingga Juni, serapa...

news | 09:30 WIB