Mentan Amran: Pejuang Pertanian Adalah Pahlawan Masa Kini Penjaga Kedaulatan Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut para pejuang pertanian sebagai pahlawan masa kini yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan pangan dan menggerakkan ekonomi nasional melalui kerja keras di lapangan.

Elara | MataMata.com
Selasa, 11 November 2025 | 13:30 WIB
Arsip - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi keterangan kepada awak media mengenai perberasan nasional di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, di Tengerang, Banten, Senin (3/11/2025). ANTARA/Harianto

Arsip - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi keterangan kepada awak media mengenai perberasan nasional di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, di Tengerang, Banten, Senin (3/11/2025). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut para pejuang pertanian sebagai pahlawan masa kini yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan pangan dan menggerakkan ekonomi nasional melalui kerja keras di lapangan.

“Makna kepahlawanan harus dimaknai secara lebih luas dan kontekstual. Tidak hanya mereka yang berjuang di medan perang, tetapi juga mereka yang bekerja keras untuk mewujudkan kedaulatan pangan bangsa,” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/11).

Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi di bidang pertanian, mulai dari petani, penyuluh, hingga inovator teknologi, sebagai pahlawan masa kini yang berperan penting menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kita perlu memberi makna baru terhadap istilah pahlawan. Siapa saja memiliki kesempatan menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Ia mencontohkan saat menjadi pembicara dalam Reuni Akbar Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (9/11). Dalam kegiatan itu, Amran meminta para alumnus ITS yang kini bergerak di sektor pertanian untuk mengangkat tangan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka bagi kemajuan pertanian Indonesia.

Menurut Amran, terdapat sekitar tujuh alumnus yang aktif berperan dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian, meskipun sebagian besar tidak memiliki latar belakang akademik di bidang tersebut.

“Ketujuh orang ini juga termasuk pahlawan pertanian. Begitu pula dengan para petani dan penyuluh yang tanpa lelah berjuang di lapangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, pemberian makna pahlawan yang lebih luas merupakan bentuk apresiasi untuk menumbuhkan semangat berinovasi dan berkarya di bidang pertanian.

Amran menegaskan, mekanisasi dan inovasi teknologi pertanian merupakan keniscayaan untuk mencapai target swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Mentan juga menyoroti kondisi global yang saat ini menghadapi ancaman krisis pangan. Berdasarkan data World Food Programme (WFP) tahun 2024, lebih dari 295 juta orang di 53 negara mengalami situasi pangan akut. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, ketika sekitar 2,33 miliar orang menghadapi tingkat food insecurity moderat hingga parah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Rektor IPB Arif Satria Jadi Kepala BRIN

“Untuk menghadapi potensi ancaman pangan tersebut, Presiden Prabowo meminta saya bekerja total agar bangsa ini benar-benar berdaulat secara pangan. Saya langsung tancap gas menjalankan misi suci negara dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kedaulatan pangan harus diwujudkan agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor berbagai komoditas. Hasil kerja keras tersebut mulai terlihat, di mana sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi beras nasional mencapai 34,77 juta ton, naik 4,14 juta ton atau 13,54 persen dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, hingga akhir Oktober 2025, cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat mencapai 3,9 juta ton.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pertanian serta sinergi lintas instansi tanpa ego sektoral,” kata Amran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dan Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan stok BBM nasional aman dan harga BBM subs...

news | 14:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian terbitkan SE terbaru soal aturan WFH ASN Pemda setiap hari Jumat. Simak daftar layanan yang teta...

news | 13:15 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan stok telur ayam ras surplus dan harga stabil. Presiden Prabowo akui pantau harga tel...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto disambut pelukan hangat oleh Presiden Korsel Lee Jae-myung di Blue House. Simak agenda kunjung...

news | 11:27 WIB

Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM nasional berjalan lancar dan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak m...

news | 10:15 WIB

KPK fokus panggil biro haji (PIHK) untuk mengejar pemulihan kerugian negara sebesar Rp622 miliar dalam kasus korupsi kuo...

news | 09:30 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengecam keras pengeroyokan warga Aceh di Polda Metro Jaya. Ia meminta Kapolri usut...

news | 08:15 WIB

Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin minta kebijakan WFH ASN setiap Jumat dievaluasi berkala agar tidak jadi ajang long...

news | 07:45 WIB

Indonesia menuntut PBB melakukan investigasi transparan atas serangan Israel di Lebanon yang menewaskan 3 prajurit TNI a...

news | 06:15 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 760 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena tak penuhi sta...

news | 15:39 WIB