Indonesia Surplus 0,5 Juta Ton Jagung, Titiek Soeharto: Saatnya Kita Ekspor!

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto dorong ekspor beras dan jagung di tahun 2026. Indonesia catat surplus jagung 0,5 juta ton usai umumkan swasembada pangan.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:30 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (ketiga kanan), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kiri), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung yang dipusatkan di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-Humas Kementan

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (ketiga kanan), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kiri), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung yang dipusatkan di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-Humas Kementan

Matamata.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), mendorong pemerintah untuk segera melakukan ekspor beras dan jagung pada tahun 2026. Langkah ini dinilai relevan setelah Indonesia resmi dinyatakan mencapai swasembada pada kedua komoditas pangan strategis tersebut.

"Kita sudah swasembada beras dan jagung. Mudah-mudahan ke depan kita bisa ekspor, tahun ini (2026) kita targetkan bisa ekspor," ujar Titiek dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang berpusat di Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1).

Menurut Titiek, capaian ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dalam negeri, melainkan peluang besar untuk meningkatkan perekonomian petani dan menambah devisa negara melalui pasar global yang kompetitif.

Berdasarkan data resmi pemerintah, produksi jagung nasional saat ini telah mencapai 16,1 juta ton. Dengan tingkat konsumsi domestik berada di angka 15,6 juta ton, Indonesia mengantongi surplus sebesar 0,5 juta ton.

"Surplus 0,5 juta ton jagung ini menjadi modal kuat kita untuk ekspor tahun ini," tambah Titiek.

Ia juga memberikan apresiasi khusus atas kinerja lintas sektor, termasuk peran Kepolisian Republik Indonesia yang berkontribusi sekitar 20 persen dalam mendukung program pangan nasional strategis.

"Kontribusi lintas sektor ini harus terus ditingkatkan agar produksi nasional konsisten meningkat," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek menyampaikan rasa syukur atas visi Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mewujudkan swasembada pangan dalam waktu singkat. Ia juga memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian strategis tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (7/1), Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 2025 dalam acara Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat.

"Pengumuman swasembada oleh Presiden adalah tonggak sejarah. Sekarang tugas kita adalah menjaga semangat petani agar produktivitas tetap tinggi dan kualitas produksi siap memasuki pasar internasional," pungkas Titiek. (Antara)

Baca Juga: Siap-siap! Bensin Wajib Campur Etanol Mulai 2028, Bahlil Siapkan Insentif Khusus

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman dukung penuh pakan ayam probiotik inovasi IPB. Siap bawa ke Presiden Prabowo jika mampu pacu ...

news | 11:39 WIB

Waketum PAN Saleh Daulay mengajak Jusuf Kalla untuk berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana guna m...

news | 09:15 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo memutuskan ASN Kementerian PU tidak menerapkan WFH. Fokus pada penanganan bencana di Sumatera m...

news | 08:15 WIB

Ekonom Universitas Paramadina memprediksi ekonomi Indonesia 2026 tumbuh di atas proyeksi Bank Dunia (4,7%), meski sulit ...

news | 07:00 WIB

Untuk naskah berikutnya, tambahkan sedikit info mengenai kondisi fisik pemain atau apakah ada pemain yang absen karena a...

news | 06:00 WIB

Peneliti BRIN kembangkan teknologi DBD Plasma untuk produksi amonia (pupuk nitrogen) yang lebih ramah lingkungan, hemat ...

news | 14:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi jangka panjang untuk mencetak ...

news | 13:27 WIB

KPK tegaskan pemeriksaan saksi dan layanan publik seperti LHKPN tetap berjalan normal meski kebijakan WFH nasional setia...

news | 13:23 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat bagi ASN Kemenag mulai 10 April 2026 sebagai bagian da...

news | 13:00 WIB

KPK menyerahkan aset rampasan senilai Rp3,88 miliar dari koruptor Tagop Soulisa dan Puput Tantriana ke Kementerian PU un...

news | 12:55 WIB