China Tantang Tekanan Trump, Tegaskan Kerja Sama Energi dengan Rusia Tak Akan Terhenti

Pemerintah China menegaskan akan tetap melanjutkan kerja sama di bidang perdagangan dan energi dengan Rusia, meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghentikan pembelian minyak Negeri Tirai Bambu dari Moskow.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:15 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Matamata.com - Pemerintah China menegaskan akan tetap melanjutkan kerja sama di bidang perdagangan dan energi dengan Rusia, meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghentikan pembelian minyak Negeri Tirai Bambu dari Moskow.

"Kerja sama perdagangan dan energi China yang lazim dengan negara-negara lain, termasuk Rusia, adalah sah dan sesuai hukum. Apa yang telah dilakukan AS adalah intimidasi sepihak dan pemaksaan ekonomi," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Lin menanggapi ucapan Trump yang mengklaim Perdana Menteri India Narendra Modi telah setuju untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Trump juga menegaskan akan menekan China agar melakukan langkah serupa.

"Tindakan itu akan sangat mengganggu aturan ekonomi dan perdagangan internasional serta mengancam keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global," kata Lin Jian menanggapi ancaman tersebut.

Ia menegaskan posisi China dalam krisis Ukraina bersifat objektif, adil, dan transparan.

"Dunia dapat melihat hal itu dengan jelas. Kami dengan tegas menentang AS yang mengarahkan masalah ini kepada China dan menjatuhkan sanksi sepihak yang tidak sah serta yurisdiksi jangka panjang terhadap China," tambahnya.

Menurut Lin, jika hak dan kepentingan sah China dirugikan, pemerintahnya tidak akan tinggal diam.
"China akan mengambil tindakan balasan untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunannya dengan tegas," ucapnya.

Ia menegaskan, komitmen China tetap pada upaya mendorong perundingan damai dalam krisis Ukraina.

"Pertukaran dan kerja sama biasa antara perusahaan China dan Rusia tidak boleh terganggu atau terpengaruh. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan hak dan kepentingan kami yang sah," tutur Lin Jian.

Sementara itu, Trump menyebut India kini telah menghentikan pembelian minyak dari Rusia.
"Sudah dimulai. Anda tahu, ini tidak bisa dilakukan seketika, butuh proses, tetapi proses itu akan segera selesai," kata Trump.

Baca Juga: Wapres Gibran: Revitalisasi Pasar Jailolo Bukti Nyata Penguatan Ekonomi Rakyat

Minyak dan gas merupakan komoditas ekspor utama Rusia, dengan pelanggan terbesar meliputi China, India, dan Turki.

Pemerintahan Trump sebelumnya juga memberlakukan tarif hingga 50 persen terhadap barang-barang dari India sebagai bentuk sanksi atas keputusan New Delhi membeli minyak dan senjata dari Rusia. Tarif itu mulai berlaku sejak Agustus dan termasuk yang tertinggi di dunia, mencakup penalti 25 persen untuk transaksi dengan Rusia yang menjadi sumber utama pendanaan perang di Ukraina.

Selain AS, Inggris turut menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan energi China, produsen minyak terbesar Rusia, serta perusahaan penyulingan India, Nayara Energy Ltd., atas keterlibatan mereka dalam perdagangan bahan bakar Rusia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya negara-negara Barat untuk memperketat tekanan terhadap sektor energi Rusia, membatasi aliran dana dari ekspor minyak, dan mengurangi kemampuan Presiden Vladimir Putin dalam membiayai perang di Ukraina. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensesneg Prasetyo Hadi tegaskan arahan Presiden Prabowo: Sistem pemilu harus demi rakyat. Istana bantah isu Pilpres dip...

news | 16:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau banjir di Tambun Utara, Bekasi. Ia instruksikan Forkopimda dampingi warga dan prior...

news | 15:03 WIB

MK perjelas Pasal 8 UU Pers. Wartawan kini terlindungi dari pidana langsung sebelum melalui mekanisme sengketa di Dewan ...

news | 14:15 WIB

DPR dan Pemerintah sepakat tidak merevisi UU Pilkada tahun ini. Sufmi Dasco Ahmad tegaskan RUU Pilkada tak masuk Prolegn...

news | 13:00 WIB

Korlantas Polri targetkan e-BPKB wajib untuk kendaraan baru mulai 2027. Simak keunggulan chip RFID dan kemudahan urus mu...

news | 12:15 WIB

Kementrans perluas Program Ekspedisi Patriot 2026 dengan menggandeng 10 kampus top Indonesia. Fokus pada pengabdian infr...

news | 11:22 WIB

Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan Richard Lee hari ini karena kondisi kesehatan yang tidak fit. Simak detail kasus da...

news | 10:00 WIB

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) menjalani sidang perdana kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 senilai Rp201 mi...

news | 09:00 WIB

Ormas Gerakan Rakyat resmi deklarasi jadi partai politik. Ketua Umum Sahrin Hamid tegaskan dukungan untuk Anies Baswedan...

news | 07:00 WIB

Basarnas melanjutkan evakuasi pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Senin (19/1) pagi menggunakan Helikopter Caracal ...

news | 06:30 WIB