Perumahan Sosial Diyakini Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan pembangunan perumahan sosial tidak hanya menjawab kebutuhan hunian layak, tetapi juga menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 18 September 2025 | 07:00 WIB
Perumahan Sosial Diyakini Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perumahan Sosial Diyakini Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

matamata.com - Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan pembangunan perumahan sosial tidak hanya menjawab kebutuhan hunian layak, tetapi juga menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pencanangan pra kerja sama Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Jakarta, Rabu (18/9), Hashim menyebut program tersebut mampu memberikan dampak besar terhadap perekonomian melalui penciptaan jutaan unit apartemen dan rumah di pedesaan.

“Kita sudah hitung, dengan program 3 jutaan lebih apartemen dan rumah-rumah di pedesaan ini bisa mendongkrak, bisa menambah laju ekonomi nasional sampai 1, 1,5 sampai 2,5 persen per tahun. Saya kira dengan perumahan, kita bisa mencapai dan bisa melampaui target 8 persen laju ekonomi yang kita harapkan selama ini,” kata Hashim.

Hashim optimistis strategi ini mampu merealisasikan bahkan melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Ini adalah salah satu program andalan dari program pemerintah Prabowo-Gibran, adalah perumahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan perumahan sosial juga akan meningkatkan kualitas hidup generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, yang selama ini kesulitan memperoleh hunian layak dengan harga terjangkau.

Selain menciptakan ekosistem pembangunan berkelanjutan, Hashim menekankan pentingnya lokasi hunian strategis yang dekat dengan transportasi massal seperti MRT dan kereta api. Hal itu diyakini mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi waktu tempuh, sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

“Maka, saya katakan tadi Indonesia bukan Indonesia gelap, Indonesia adalah Indonesia terang, dan salah satu program untuk membuat Indonesia terang adalah program perumahan sosial, dan kita mulai hari ini,” ucap Hashim.

Dalam kegiatan tersebut, PT Kereta Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta investor asal Qatar, Al Qilaa International Group, menjalin kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan tiga juta rumah.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan aset lahan KAI melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

Baca Juga: Terungkap! Film 'Jangan Panggil Mama Kafir', Bikin Michelle Ziudith Kenang Cinta Beda Agama

Pada tahap awal, sekitar 50.000 unit hunian akan dibangun di atas lahan milik PT KAI di kawasan Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta.

Proyek tersebut akan diwujudkan dalam bentuk hunian vertikal “smart towers” yang mengintegrasikan fasilitas modern seperti sekolah, taman bermain, ruang komunal, serta sistem hunian pintar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB