Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berencana membangun pusat latihan militer internasional di Morotai, Maluku Utara, memanfaatkan infrastruktur eks Perang Dunia II.

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:25 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Matamata.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun fasilitas latihan militer bertaraf internasional di Morotai, Maluku Utara. Langkah ini diambil guna memastikan TNI memiliki sarana latihan yang mumpuni sekaligus memenuhi standar kerja sama militer tingkat global.

Sjafrie menjelaskan bahwa pemilihan Morotai didasarkan pada nilai strategis dan sejarah wilayah tersebut yang pernah menjadi basis penting pada masa Perang Dunia II.

"Saya kira teman-teman sudah tahu bahwa Morotai ini dulu digunakan dalam Perang Dunia II sehingga infrastruktur pertahanannya masih ada. Kita akan sama-sama memperbaiki dan gunakan kembali," ujar Sjafrie dalam keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Selain untuk memperkuat kesiapan tempur personel TNI, fasilitas ini diproyeksikan sebagai instrumen diplomasi pertahanan. Dengan standar internasional, Indonesia dapat mengundang kekuatan militer dari berbagai negara untuk menggelar latihan bersama di tanah air.

"Kita membuat International Training Facilities di Morotai. Di sana bisa latihan udara, laut, maupun darat," lanjutnya.

Sjafrie menekankan bahwa fasilitas ini nantinya tidak hanya terbatas bagi negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga terbuka bagi negara mitra Indonesia dari lintas benua. Hal ini mencerminkan sikap politik luar negeri Indonesia yang inklusif.

"Kita tidak ingin negara kita menutup diri, kita ingin negara kita itu open minded dengan negara-negara lain," tambah Sjafrie.

Meski demikian, Menhan belum merinci jadwal pasti dimulainya pembangunan maupun total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ambisius di Maluku Utara tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Iran menegaskan menolak bernegosiasi dengan AS di bawah ancaman militer. Rencana operasi serangan udara baru Donald Trum...

news | 15:05 WIB

Raffi Ahmad bantah terlibat kasus dugaan suap impor Blueray Cargo. Raffi sebut namanya terseret hanya karena sempat berf...

news | 15:02 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menargetkan penataan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rampung dalam sebulan. SPPG ...

news | 13:53 WIB

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebut pengesahan UU Polri baru oleh DPR RI sangat mendesak agar kepolisian adaptif te...

news | 13:43 WIB

Ekonom Trimegah Sekuritas desak pemerintah segera salurkan bansos tunai digital guna jaga daya beli masyarakat usai harg...

news | 12:02 WIB

Presiden AS Donald Trump mengklaim militer AS sukses menjalankan misi rahasia mengamankan 100 juta barel minyak di Selat...

news | 10:30 WIB

Mentan Amran Sulaiman mengusulkan konsumsi telur dan daging ayam di program Makan Bergizi Gratis dinaikkan jadi 3 kali s...

news | 09:30 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mencecar Mentan Amran Sulaiman terkait program bawang putih. Kementan targetkan s...

news | 08:15 WIB

PT KAI (Persero) sukses mengangkut 21,56 juta ton batu bara selama Januari-Mei 2026 untuk mengamankan rantai pasok logis...

news | 07:00 WIB

Komisi IV DPR RI mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran Sulaiman dalam menstabilkan harga telur ayam dan ayam hidup yang...

news | 06:00 WIB