Akui Salah Tuntut Mati ABK Sabu 2 Ton, Jaksa Kejari Batam Minta Maaf di DPR

Jaksa Muhammad Arfian meminta maaf di hadapan Komisi III DPR RI terkait kesalahan tuntutan mati terhadap ABK kasus sabu 2 ton di Batam. Simak ulasan lengkapnya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 15:53 WIB
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengan mengundang Kejaksaan Negeri Batam untuk membahas tuntutan mati Fandi Ramadhan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Komisi III DPR RI menggelar rapat dengan mengundang Kejaksaan Negeri Batam untuk membahas tuntutan mati Fandi Ramadhan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Matamata.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Arfian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan Komisi III DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Permintaan maaf ini terkait tuntutan pidana mati yang ia layangkan terhadap Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) Sea Dragon dalam kasus sabu seberat 2 ton di Pengadilan Negeri Batam.

Arfian hadir di Kompleks Parlemen bersama Kepala Kejaksaan Negeri Batam dan jajaran jaksa lainnya untuk memberikan klarifikasi mengenai konstruksi hukum dalam perkara tersebut. Ia mengakui adanya kekeliruan dalam proses penanganan di persidangan.

"Kami, JPU Muhammad Arfian, ingin menyampaikan setulus-tulusnya, sedalam-dalamnya permohonan maaf atas kesalahan kami di persidangan kemarin," ujar Arfian di hadapan anggota dewan.

Arfian juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima sanksi disiplin dari Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) atas kesalahan tersebut. Ia berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi serius di masa depan.

Sorotan DPR terhadap Gradasi Hukuman Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai penerapan hukum terhadap para tersangka dalam kasus ini sempat memicu tanda tanya publik. Menurutnya, penegak hukum harus jeli melihat gradasi atau tingkatan peran masing-masing tersangka.

Habiburokhman menegaskan bahwa politik hukum Indonesia saat ini menerapkan hukuman mati secara sangat selektif. Meski hukuman mati masih berlaku, prioritasnya ditujukan bagi bandar besar atau pihak yang memegang tanggung jawab utama.

"Tuntutan terhadap Fandi, yang berada di layer bawah, adalah hukuman mati. Rakyat mempertanyakan implementasi hukumnya. Kadar kesalahannya berbeda jauh, kok tuntutannya sama (dengan bandar)?" kritik Habiburokhman.

Meski memberikan teguran keras, Habiburokhman menerima permohonan maaf Arfian. Ia berharap jaksa muda tersebut dapat memetik pelajaran agar lebih bijak dalam menjalankan tugas ke depannya.

"Kita berharap ini anak muda ya, ke depan bisa belajar, bisa lebih bijak lagi, dan semoga kariernya tetap bisa maju," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo di Nuzulul Qur'an: Korupsi Harus Dihilangkan, Itu Ajaran Agama

Sebelumnya, Komisi III sempat menyoroti adanya pernyataan dari pihak kejaksaan yang menuding DPR melakukan intervensi terhadap perkara tersebut.

Habiburokhman meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan untuk memberikan teguran keras agar para jaksa lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut lemahnya kaderisasi parpol memicu mahar politik. Simak usulan KPK mulai dari jenjang kader hingga batasan m...

news | 15:32 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dirut KAI meninjau progres pembangunan 824 unit hunian layak bagi warga bantaran rel Senen...

news | 14:58 WIB

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut...

news | 14:51 WIB

Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menganggap pengkritik sebagai musuh, menyusul pelap...

news | 14:15 WIB

KPK menyerahkan hasil kajian tata kelola parpol kepada Presiden Prabowo dan DPR. Simak 3 rekomendasi utama KPK termasuk ...

news | 14:00 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak PBB mengevaluasi total perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon menyusul gugurny...

news | 13:15 WIB

KPK memeriksa Direktur PT Marco Tour and Travel Syarif Thalib terkait dugaan jual beli kuota haji 2023-2024 yang merugik...

news | 11:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta setujui penambahan 5.000 personel Satpol PP untuk kurangi beban kerja. Simak penjelasan Wagub Rano K...

news | 10:15 WIB

Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 resmi dirilis untuk memberikan stabilitas dan kepastian hukum bagi investor di proyek karbo...

news | 09:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi 'survival mode' RI. Pemerintah fokus hapus inefisiensi dan tutup kebocoran p...

news | 06:00 WIB